Skip to content

AKuntansi Keuangan Menengah II

February 16, 2012

PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN

(Financial Statement Presentation)

 

Penyajian LK à salah satu tahapan penting dalam suatu siklus akuntansi setelah proses pengakuan (recognition) dan pengukuran (measurement) transaksi, kejadian, dan saldo (balances).

 

LK à bentuk penyajian terstruktur dari posisi keuangan dan kinerja keuangan dari suatu entitas.

 

Tujuan Penyajian LK à Menyediakan informasi terkait:

  • posisi keuangan (financial position)
  • kinerja keuangan (financial performance),
  • aliran kas (cash flow)

dari suatu entitas yang bermanfaat  bagi pengguna dalam pengambilan keputusan ekonomi

 

Karakteristik yg harus dimiliki LK (IAS 1):

  1. Penyajian wajar (fair presentation), sesuai standar (IFRS)
  2. Asumsi going-concern (keberlangsungan entitas)
  3. Menggunakan basis akrual, kec. Utk Cash Flow
  4. 4.    Prinsip materialitas (materiality) & pemisahan pencatatan item-itemnya  (aggregation)
  5. Entitas tdk diperkenankan melakukan penghapusan (offsetting) assets, liab, income, expense kecuali diatur atau diperbolehkan secara khusus dalam standar atau kondisi tertentu
  6. 6.    Frequency of Reporting à umumnya tahunan. Segala perubahan periode pelaporan hrs disertai alasan
  7. 7.    Informasi dapat diperbandingkan dg periode2 sebelumnya (comparative information)
  8. 8.    Konsistensi penyajian (consistency of presentation)

 

Kelengkapan LK, minimal meliputi:  (IAS 1)

  1. Laporan Posisi Keuangan
  2. Laporan Laba Komprehensif
  3. Laporan Perubahan Ekuitas
  4. Laporan Arus Kas
  5. Catatan atas Laporan Keuangan (CALK)
  6. Laporan Posisi Keuangan Komparatif:
    1. Ketika suatu entitas menerapkan suatu kebijakan akuntansi (accounting policy) secara retrospective;

b. Ketika suatu entitas membuat penyajian atas items dari laporan keuangan secara retrospective;

  1. Ketika terdapat pengklasifikasian kembali atas items dari sebuah laporan keuangan.

 

Cash Flow à menyediakan dasar bagi pengguna laporan  keuangan untuk menilai kemampuan entitas menghasilkan “cash and cash equivalent” dan kebutuhan entitas untuk menggunakan cash flow tersebut.

 

CALK à bagian terintegrasi dari sebuah LK berisi:

  • informasi tambahan atas informasi yang disajikan dalam LK
  • deskripsi naratif dan memisahkan items yang disajikan dalam LK dan informasi terkait dengan items yang tidak dikualifikasikan untuk diakui secara detail dalam LK
  • informasi tentang dasar penyiapan LK serta informasi-informasi lain yang tidak disajikan dlm LK

 

AKUNTANSI AKTIVA TETAP

Aktiva Tetap (AT):

PPE yang dimiliki untuk digunakan dalam produksi atau penyediaan barang atau jasa, atau disewakan kepada pihak lain, atau untuk tujuan administratif, yang diharapkan untuk digunakan selama lebih dari satu periode ( > 1 th)

 

 

 

Perolehan AT à

  • Pembelian, ada 3 cara: harga individu, harga lump-sum, kredit
  • Tukar tambah (trade-in)
  • Leasing

 

Metode Penyusutan AT àGaris Lurus, Saldo Menurun, Jumlah Angka tahun (berdasarkan waktu)

 

Earning Per Share (EPS)

 

EPS

  • angka yang menunjukkan besarnya potensi pendapatan (dividen) untuk setiap lembar saham biasa dalam satu periode.
  • indikator bagi investor (pemegang saham) untuk menilai tingkat profitabilitas investee.  Karena angka laba tidak selalu menunjukkan laba (profit) yang sebenarnya.

 

 Rumus à EPS =

 

Earning = laba bersih – dividen saham preferen

∑ Shares of C/S = jumlah rata-rata tertimbang lembar saham biasa dalam satu periode.

 

Weighted average  shares of C/S outstanding

è Jumlah lembar saham biasa dipengaruhi oleh :

 

Dua jenis penghitungan EPS:

  • Basic EPS à hanya mempertimbangkan saham yg benar2 diterbitkan atau yg beredar
  • Diluted EPS à merefleksikan potensi maksimum dari seluruh saham yang dapat dikonversikan sehingga  mengurangi angka EPS

 

Antidilusi à kebalikan dari Dilusi, dapat menambah nilai EPS.  Jika terjadi demikian, tidak perlu dimasukkan dalam penghitungan EPS

 

Opsidapat menyebabkan Dilusi (menurunkan EPS) jika:

  • Harga pelaksanaan (exercised price) lebih rendah dibanding dengan harga pasar C/S rata-rata; atau
  • Harga pasar C/S rata-rata lebih tinggi dibanding pelaksanaan (exercised price)

!!! Jika terjadi kebalikannya, maka menimbulkan antidilusi (EPS naik)

!!! Pelaksanaan “exercise” Opsi hanya mempengaruhi Jumlah Saham beredar, tidak mempengaruhi Net Income

 

Convertible Bond

Jika sebuah entitas memiliki obligasi konvertibel,  kemungkinan mempengaruhi  perhitungan EPS

 

 

 

 

 

 

Leasing

 

Lease (sewa) adalah suatu perjanjian dimana lessor (yang menyewakan) memberikan hak kepada lessee (penyewa) untuk menggunakan suatu aset selama periode waktu yang disepakati. Sebagai imbalannya, lessee melakukan pembayaran atau serangkaian pembayaran kepada lessor.

 

Manfaat Leasing

Bagi Lesse

Bagi Lessor

  • Pembiayaan Relatif Murah
  • Terhindar dari Risiko Kepemilikan
  • Fleksibilitas
    • Meningkatkan Penjualan
    • Menjaga kelangsungan hub bisnis dg lessee
    • Mempertahankan Nilai Residu

 

Klasifikasi Leasing:

  1. Financial Lease (sewa pembiayaan)  à terjadi pengalihan “risiko & manfaat” (transfer kepemilikan) aset
  2. Operating Lease (sewa operasi)à tdk ada transfer kepemilikan

 

Karakteristik Financial Lease :

  • Pengalihan kepemilikan aset sewaan pada akhir masa sewa
  • Opsi untuk membeli aset dengan harga yang relatif rendah dibandingkan nilai wajarnya
  • Masa sewa mencakup ≥ 75% dari umur ekonomis aset
  • Nilai pembayaran sewa minimum mencakup ≥ 90% dari nilai pasar wajar
  • Aset bersifat khusus
  • Jika lessee dapat membatalkan sewa, lessor ditanggung oleh lessee
  • Laba rugi fluktuasi nilai wajar dibebankan kepada lessee
  • Kemampuan lessee melanjutkan sewa dengan nilai yang lebih rendah

 

Minimum Lease Payment (MLP):

Pembayaran selama masa sewa yang harus dibayar oleh lessee atau lessee dapat dituntut untuk membayar biaya sewa; ditambah dengan :

1) Nilai residu yang dijamin oleh lessee

2) Harga opsi pembelian jika opsi tersebut dilaksanakan.

 

MLP = Rental payment + Guarantee residual Value + BPO

 

Borrowing Cost

(biaya pinjaman)

 

Borrowing Cost à biaya bunga dan biaya lain yang ditanggung entitas sehubungan dengan peminjaman dana,

meliputi:

  • bunga;
  • amortisasi diskonto dan premium yang terkait dengan pinjaman;
  • amortisasi biaya tambahan yang terjadi terkait dengan perolehan pinjaman;
  • beban keuangan dalam sewa pembiayaan; dan
  • selisih kurs yang berasal dari pinjaman dalam mata uang asing.

 

Aset kualifikasian adalah aset yang membutuhkan waktu yang cukup lama agar siap digunakan atau dijual sesuai dengan maksudnya.

Jika memenuhi definisi, aset berikut ini merupakan aset kualifikasian:

  • persediaan;
  • pabrik;
  • fasilitas pembangkit listrik;
  • aset tidak berwujud;
  • properti investasi.

 

 

 

Bukan Aset kualifikasian, meliputi:

  • Aset keuangan;
  • Persediaan yang dipabrikasi (jumlahnya besar dan prosesnya berulang);
  • Persediaan diproduksi dalam jangka waktu pendek;
  • Aset yang siap untuk digunakan atau dijual sesuai dengan maksudnya ketika diperoleh.

 

Recognition Borrowing Cost à

  • Biaya pinjaman yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan, konstruksi, atau pembuatan aset kualifikasian dikapitalisasi sebagai bagian dari biaya perolehan aset tersebut.
  • Biaya pinjaman lainnya diakui sebagai beban pada periode terjadinya.

 

Borrowing Cost yang layak dikapitalisasi:

  • biaya pinjaman yang dapat dihindari jika pengeluaran atas aset kualifikasian tidak dilakukan.
    • pinjaman khusus yang digunakan untuk perolehan aset kualifikasian: biaya pinjaman aktual selama periode dikurangi penghasilan investasi atas investasi sementara pinjaman tersebut;
    • pinjaman yang diperoleh secara umum: tarif kapitalisasi * pengeluaran atas aset tersebut.
    • tarif kapitalisasi: rata-rata tertimbang biaya pinjaman atas saldo pinjaman selama periode, di luar pinjaman yang secara khusus untuk memperoleh aset kualifikasian.

 

Permulaan Kapitalisasi

Tanggal awal kapitalisasi adalah tanggal ketika entitas pertama kali memenuhi semua kondisi berikut:

  • terjadinya pengeluaran untuk kas;
  • terjadinya biaya pinjaman; dan
  • entitas telah melakukan aktivitas yang diperlukan untuk mempersiapkan aset agar dapat digunakan atau dijual sesuai dengan maksudnya.

 

Penghentian sementara kapitalisasi

  • Selama periode yang diperpanjang di mana pengembangan aktif atas aset kualifikasian juga dihentikan.
  • Kapitalisasi biaya pinjaman tidak dihentikan ketika penundaan sementara tersebut adalah bagian dari proses yang diperlukan untuk mempersiapkan aset agar dapat siap untuk digunakan atau dijual sesuai dengan maksudnya.

 

FAIR VALUE MODEL

 

Nilai wajar (fair value) à suatu jumlah yang dapat digunakan sebagai dasar pertukaran aktiva atau penyelesaian kewajiban antara pihak yang paham (knowledgeable) dan berkeinginan untuk melakukan transaksi wajar (arm’s length transaction).

è Ketika perusahaan memilih model fair value, perusahaan mencatat semua investment property pada fair value.

 

Karakteristik FV:

  1. Being time specific à harus merefleksikan kondisi pasar pada saat tanggal Balance Sheet
  2. Reflecting current conditions à harus merefleksikan investment property sesuai kondisi sekarang
  3. Equal to initial cost of a lease
  4. Current prices in an active market being the best evidence à properti serupa pada lokasi dan kondisi yang sama
  5. Absence of current prices in an active market
  6. Difference from value in use
  7. Avoiding double count assets or liabilities separately recognized
  8. The fair value of investment property does not reflecting future capital

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

FVmodel vs Revaluation model

 

Perusahaan menghapus investment property dari balance sheet jika :

1. dijual

2. masuk ke dalam finance lease

3. replacement

Cost model à gunakan cost of replacement

Fair value à gunakan cost of replacement lalu taksir fair value-nya

 

Gain/losses merupakan selisih antara “net disposal proceeds dan “the carrying amount of the asset

à diakui ke dalam profit /loss periode bersangkutan

 

Hedge Accounting

 

Derivatif:

Instrumen keuangan atau kontrak lain dengan karakteristik:

  1. Nilainya berubah akibat dari perubahan variabel yg mendasari (spt suku bunga, harga, nilai tukar, dll).
  2. Tanpa investasi awal neto atau nilainya lebih kecil dari nilai kontrak sejenis yang memberi pengaruh yang sama thd perubahan faktor pasar.
  3. Diselesaikan pd tgl tertentu di masa mendatang.

 

Karakteristik Instrumen Derivatif dibedakan menjadi:

  • Freestanding derivatif (option, forward contract, swap, future contract)
  • Embedded derivatif

 

Embedded derivatif:

  • Komponen hybrid/combined instrument;
  • Didalamnya tdp kontrak utama non-derivatif;
  • Sebagian arus kas yg berasal dari instrumen yang digabungkan bervariasi seperti derivatif yang berdiri sendiri

 

 

Accounting Changes & Error Analysis

 

Jenis perubahan akuntansi (accounting changes)

  • Perubahan prinsip akuntansi
  • Perubahan estimasi
  • Perubahan lapotan entitas
  • Error dlm LK

 

Perubahan prinsip akuntansi, meliputi:

  • Cumulative-effect
  • Retroactive-effect
  • Change to the LIFO method of inventory

 

 

 

Cumulative-Effect Type of Accounting Change

  • The catch up method should be used to account for these changes
  • Financial statements for prior periods are not restated
  • For all prior periods, the following items are shown on an as-if basis (as if the new principle had been applied):

-       income before extraordinary items

-       net income

  • The adjusting entry is effective as of the beginning of the year
  • Pro forma information is shown only as supplementary information
  • Such information may be reported:

-       in the income statement

-       in a separate schedule

-       in the notes to the financial statements

 

Retroactive-Effect Type of Accounting Change

  • The cumulative effect of the new method at the beginning of the period is determined
  • Prior period statements are recast based on the new principle
  • Any cumulative effect of prior periods is adjusted to the beginning retained earnings balance
  • The five situations requiring restatement of all prior period statements are:

-       A change from the LIFO inventory method to another method

-       A change in the method of accounting for long term construction type contracts

-       A change from or to the full cost method in extractive industries

-       Issue of financials to obtain first time financing

-       A pronouncement recommending retroactive adjustment

 

Penyajian dalam Income Statement

 

 

Reporting a Change in Entity

  • Changes in estimates are accounted for on a prospective basis
  • Such changes are viewed as normal, recurrent adjustments
  • When uncertainty exists as to whether a change in principle or a change in estimate has occurred:

è the change should be treated as a change in estimate

  • Estimates that are later determined to be incorrect should be corrected as changes in estimates
  • Examples of changes in estimates involve:

è inventory obsolescence;  salvage values of assets

  • An accounting change may result in a different reporting entity
  • Financial statements are then restated for all prior periods presented
  • Examples of a change in reporting entity are:

-       consolidated statements in lieu of individual financials

-       changes in subsidiaries in a consolidated group

-       accounting for pooling of interests

-       a change in method for accounting for subsidiaries and investments

 

 

 

 

 

 

Reporting the Correction of an Error

  • Corrections are treated as prior period adjustments to retained earnings for the earliest period being reported
  • Examples of accounting errors are:

-       A  change from an accounting principle that is not generally accepted to one that is accepted

-       Mathematical errors

-       Changes in estimates that were not prepared in good faith

-       A failure to properly accrue or defer expenses or revenues

-       A misapplication or omission of relevant facts

 

Motivations for Change

Managers and others may have a self interest in adopting principles or standards:

  • Companies may want to be less politically visible to avoid regulation;
  • A company’s capital structure may affect its selection of accounting standards;
  • Managers may select accounting standards to maximize their performance-related bonuses;
  • Companies have an incentive to manage or smooth earnings

 

Types of Errors

Errors can occur in the following financial statements:

  • Balance sheet
  • Income statement
  • Balance sheet and the income statement

Errors can be:

  • Counterbalancing (or self-correcting over two accounting periods)
  • Non-counterbalancing (more than two periods needed)

 

 

INSTRUMEN KEUANGAN

(Financial Instrument)

 

Kewajiban dan Ekuitas

Penerbit instrumen keuangan pada saat pengakuan awal harus mengklasifikasikan instrumen tersebut sebagai kewajiban keuangan, aset keuangan, atau instrumen ekuitas sesuai dengan:

–    Substansi perjanjian kontraktual; dan

–    Definisi kewajiban keuangan, aset keuangan, atau instrumen ekuitas

 

Fitur penting yang menjadi pertimbangan dalam menentukan jenis unsur laporan keuangan:

–    Tanpa kewajiban kontraktual untuk menyerahkan kas danaset keuangan lainnya

–    Penyelesaian dengan instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas

–    Ketentuan penyelesaian kontinjensi

 

Ketika instrumen keuangan derivatif memberi kepada satu pihak pilihan cara penyelesaian (misalnya penerbit atau pemegang instrumen dapat memilih penyelesaian secara neto dengan kas atau dengan menukarkan saham dengan kas), maka instrumen tersebut:

–    merupakan aset keuangan” atau “liabilitas keuangan”, kecuali jika seluruh alternatif penyelesaian yang ada menjadikannya sebagai instrumen ekuitas.

 

Instrumen Keuangan Majemuk

  • Penerbit instrumen keuangan non derivatif mengevaluasi persyaratan instrumen keuangannya untuk menentukan apakah instrumen tersebut mengandung komponen ekuitas dan kewajiban.
  • Komponen dari suatu instrument keuangan harus diklasifikasikan  secara terpisah sebagai:

–       kewajiban  keuangan,

–      aset keuangan, atau

–      instrumen ekuitas

 

 

 

Saham Treasuri

  • Saham Perusahaan yang pernah diterbitkan dan sekarang dibeli kembali oleh perusahaan
  • Saham treasuri harus dikurangkan dari ekuitas.
  • Keuntungan atau kerugian yang timbul dari pembelian, penjualan, penerbitan, atau pembatalan instrumen ekuitas entitas tidak dapat diakui dalam laporan laba rugi.
  • Saham treasuri tersebut dapat diperoleh dan dimiliki oleh entitas yang bersangkutan atau oleh anggota lainnya dalam kelompok usaha yang dikonsolidasi.
  • Jumlah yang dibayarkan atau diterima diakui secara langsung dalam ekuitas.

 

Bunga, Dividen, Kerugian dan Keuntungan

  • Bunga, dividen, keuntungan dan kerugian yang berkaitan dengan instrumen keuangan atau komponen kewajiban keuangan diakui sebagai pendapatan atau beban dalam laporan laba rugi.
  • Distribusi kepada pemegang instrumen ekuitas didebit oleh entitas secara langsung pada ekuitas, setelah dikurangi manfaat pajak penghasilan yang terkait.
  • Biaya-biaya yang timbul dari transaksi ekuitas, selain biaya penerbitan instrumen ekuitas yang secara langsung dapat diatribusikan pada perolehen badan usaha diacatat sebagai pengurang ekuitas, setelah dikurangi pajak pendapatan terkait.

 

Saling Hapus antar Aset Keuangan dan Kewajiban Keuangan

  • Aset keuangan dan kewajiban keuangan harus saling hapus dan nilai bersihnya disajikan dalam Neraca jika, dan hanya jika, entitas:

–    saat ini memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas nilai yang telah diakui tersebut; dan

–    bermaksud untuk menyelesaikan secara neto atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan kewajibannya secara simultan.

  • Dalam akuntansi untuk transfer atas aset keuangan yang tidak memenuhi kualifikasi penghentian pengakuan, maka:

–     entitas tidak boleh melakukan saling hapus aset keuangan yang ditransfer dan kewajiban terkait.

 

 

BOND

 

Manfaat penggunaan hutang:

  • Pemilik perusahaan sekarang tetap mengendalikan perusahaan
  • Biaya bunga merupakan deductable Expense
  • Tarip bunga mungkin lebih rendah daripada tarip dividend

 

Klasifikasi Bond

No

Jenis Bonds

Penjelasan

1 Dilihat dari jatuh temponya :

  1. Term bonds
  2. Serial Bonds
 

Term Bonds à jatuh tempo sekaligus

Serial Bonds à jatuh tempo bertahap

2 Jaminan yang terlibat :

  1. Secured Bonds
  2. Unsecured Bonds
Secured Bonds à obligasi yang penerbitannya dijamin oleh sejumlah aset.

Unsecured Bonds à obligasi yang penerbitannya tidak memiliki jaminan

3 Regristrasi pemilik :

  1. Registered bonds
  2. Bearer Bonds
Registered bonds à obligasi yang nama pemiliknya tercantum dalam sertifikat.

Bearer Bonds / Coupon Bond à obligasi yang nama pemiliknya tidak dicantumkan dalam sertifikatnya.

 

 

 

 

 

Ekuitas

 

Ekuitas à Besarnya kepentingan/hak pemilik perusahaan pada harta perusahaan.

Jenis saham:

  1. Saham biasa (Common stock)
  2. Saham Preferen (preferred stock)
  3. Cumulative  & Non Cumulative
  4. Participating Preferred Stock
  5. Convertible Preferred Stock
  6. Callable P.S  à opsi ada di issuer/perusahaan
  7. Redemable P.S   à opsi ada di  holder  (pemegang saham), namun tetap dikendalikan oleh issuer

 

Common Stock

  • Pemilik perusahaan yang sesungguhnya
  • Jika perusahaan bangkut, common stock akan mendapatkan harta setelah kreditur dan pemegang saham preferent mendapatkan haknya

 

Preferred Stock

Saham yang memiliki ciri-ciri tertentu:

  • Dalam pembagian dividend
  • Dalam hal likuidasi

 

 

 

 

 

Penerbitan (menjual) Saham

  • Dijual tunai
  • Dijual dengan pembayaran bertahap
  • Ditukar dengan harta  non cash
  • Ditukar dengan perusahaan ( dalam penggabungan usaha

 

Treasury  Stock (Saham Perbendaharaan)

  1. Saham Perusahaan yang pernah diterbitkan dan sekarang dibeli kembali oleh perusahaan
  2. Treasury stock bukanlah harta
  3. Tidak ada laba/rugi yang ditimbulkan oleh T/S
  4. Retained Earning dapat berkurang tapi tak dapat naik karena transaksi T/S

 

Metode pencatatan T/S:

  • Metode Cost à Pada saat dibeli, T/S dicatat sebesar cost.  Pada saat T/S dijual bandingkan antara harga jual dengan costnya

 

  • Metode Nilai nominal à Pada saat dibeli T/S, seolah terjadi penarikan saham

è Pada saat dijual T/S dicatat sebagai penerbitan saham

 

 

Stock Right, Warrant & Option

Right à Hak yg diberikan ke para pemegang saham untuk membeli saham baru

è tdk perlu ada jurnal

Warrant à Surat berharga yg dijual oleh perusahaan/ yang melekat pada surat berharga lain yg memberikan hak untuk membeli saham

 

 

 

 

 

Opsi à Opsi untuk membeli saham perusahaan dengan harga tertentu yg diberikan ke officer / karyawan

 

Cara pencatatan Opsi:

  • Metode nilai intrinsik

è Harga Opsi = selisih antara harga pasar saham saat diberikan opsi dengan harga exercise

 

  • Metode  Fair Value

è Harga Opsi = ditentukan dengan formula tertentu

 

Konversi Saham Preferent ke Saham Biasa

 

Jurnal:

P/S                         xxx

Additional PIC    xxx

RE                           xxx

C/S                         xxx

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dividen à Pembagian sesuatu ke para pemegang saham, dapat berupa:

  • Cash dividend à yang dibagi adalah kas
  • Property dividend à yang dibagi adalah harta selain kas
  • Stock dividend à Pembagian ke Pemegang saham berupa saham perusahaan

Treasury  Stock à Saham Perusahaan yang pernah diterbitkan dan sekarang dibeli kembali oleh perusahaan

About these ads

From → Akuntansi

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: