Skip to content

Penyajian Laporan Keuangan

February 16, 2012

PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN

  1. I.     Penyajian Laporan Keuangan

 

Penyajian Laporan Keuangan (Financial Statement Presentation) merupakan salah satu tahapan penting dalam suatu siklus akuntansi setelah proses pengakuan (recognition) dan pengukuran (measurement) transaksi, kejadian, dan saldo (balances). Suatu entitas menyiapkan serta menyajikan laporan keuangan sebagai alat akuntabilitas untuk memenuhi tujuan dari pelaporan keuangan itu sendiri yaitu menyediakan informasi terutama yang terkait dengan informasi keuangan kepada pengguna (users/ stakeholders).

 

Laporan Keuangan (Financial Statement) adalah suatu bentuk penyajian terstruktur dari posisi keuangan dan kinerja keuangan dari suatu entitas. International Accounting Standard (IAS) 1 menyebutkan bahwa tujuan dari pelaporan keuangan adalah untuk menyediakan informasi terkait dengan posisi keuangan (financial position), kinerja keuangan (financial performance), dan aliran kas (cash flow) dari suatu entitas yang bermanfaat  bagi pengguna dalam pengambilan keputusan ekonomi (economic decision’s making).

 

Laporan Keuangan juga menunjukkan hasil dari kinerja manajemen atas pengelolaan sumber daya (resources) yang dipercayakan kepadanya. Untuk memenuhi kebutuhan ini, setidaknya sebuah Laporan Keuangan harus menyediakan informasi atas kepemilikan entitas terhadap :

  1. Assets (Aktiva)
  2. 2.    Liabilities (Utang/ Kewajiban)
  3. Equity (Ekuitas)
  4. 4.    Income and Expenses; including gains and losses
  5. 5.    Contributions by and contributions to owners in their capacity as owners
  6. 6.    Cash Flow

Keseluruhan informasi tersebut ditambah dengan berbagai penjelasan dan catatan laporan keuangan akan membantu pengguna untuk memperkirakan arus kas di masa mendatang (future cash flow prediction) dengan pertimbangan waktu (timing) dan tingkat kepastian (certainty). IAS 1 menetapkan bahwa kelengkapan atas laporan keuangan meliputi :

  1. A statement of financial position as at the end of the period (Laporan Posisi Keuangan)
  2. A statement of comprehensive income for the period (Laporan Laba Komprehensif)
  3. A statement of changes in equity for the period (Laporan Perubahan Ekuitas)
  4. 4.    A statement of cash flows for the period (Laporan Arus Kas)
  5. Notes (Catatan atas Laporan Keuangan) yang merupakan tambahan penjelasan terkait dengan adanya kebijakan akuntansi tertentu yang berpengaruh secara signifikan terhadap penyajian laporan keuangan serta informasi penjelas lainnya.
  6. A statement of financial position as at the beginning of the earliest comparative period(Laporan Posisi Keuangan Komparatif):
    1. Ketika suatu entitas menerapkan suatu kebijakan akuntansi (accounting policy) secara retrospective;
    2. Ketika suatu entitas membuat penyajian atas items dari laporan keuangan secara retrospective;
    3. Ketika terdapat pengklasifikasian kembali atas items dari sebuah laporan keuangan.

 

Secara umum terdapat beberapa pembaharuan dalam proses penyajian laporan keuangan menurut International Financial Reporting Standard (IFRS). Pemetaan disajikan dalam matriks berikut :

 

No

Segment of Financial Statement

Previous Title or Changes

1 Statement of Financial Position as at the end of the period

Previous Title “Balance Sheet”

2 Statement of Comprehensive Income for the period

To use a single statement to present all items of income and expense To use two statements to present all items of income and expense

Statement of the comprehensive income for the period Income Statement for the period

No title change

Statement of comprehensive income for the period

New Statement

3 Statement of changes in equity for the period

No title changed; but restructured

4 Statement of the cash flows for the period

Previous title “Cash Flow Statement”

5 Notes

No Title Change

6 A statement of financial position as at the beginning of the earliest comparative period, if required

New requirement

 

Sebelumnya, sebuah Laporan Keuangan yang lengkap meliputi “Balance Sheet” (Neraca), “Income Statement” (Laporan Laba Rugi), dan “Cash Flow Statement” (Laporan Arus Kas). Revisi yang dilakukan oleh IAS adalah terkait dengan perubahan title dari “Balance Sheet” menjadi “Statement of Financial Position”, “Cash Flow Statement” menjadi “Statement of Cash Flow”, serta adanya laporan baru yaitu “Statement of Comprehensive Income” yang terkait dengan adopsi konsep “Comprehensive Income” itu sendiri.

 

Dengan mengesampingkan alasan historis atas penamaan serta konsep yang cenderung sudah menjadi tradisi dan lebih dimengerti, IAS mempertimbangkan bahwa definisi yang baru akan lebih merefleksikan fungsi dan substansi dari tiap laporan keuangan tersebut. Misalnya “Balance Sheet” hanya definisi untuk menggambarkan sistem pencatatan double entry (debit dan kredit) tapi tidak mengidentifikasikan substansi, konten, serta tujuan dari laporan. “Statement of Financial Position”memberikan informasitidak hanya merujuk pada konsep “Financial Position” sebagai konsep yang diterima umum tapi  informasi yang sesuai dengan fungsi, konten, dan tujuan dari laporan ini.

 

 

IAS 1 menetapkan general features yang harus dimiliki oleh sebuah laporan keuangan, yaitu:

 

  1. Fair Presentation and Compliance with IFRs

Untuk memenuhi tujuan penyajian laporan keuangan yang memenuhi karakteristik kualitatif Laporan Keuangan (Relevant; Reliable; Comparable; and Understandable), sebuah laporan keuangan laporan keuangan harus menyajikan secara wajar setiap posisi keuangan (financial position), kinerja keuangan (financial performance), dan aliran kas (cash flow) dari sebuah entitas.  Menyajikan secara wajar atau penyajian yang wajar merepresentasikan penyajian dengan benar atas pengaruh setiap kejadian, transaksi, dan kondisi untuk memenuhi kriteria kesesuaian definisi pengakuan atas assets, liabilities, income, dan expenses.

`

  1. 2.    Going Concern

Laporan Keuangan disajikan dengan asumsi going concern (keberlanjutan/ keberlangsungan entitas) kecuali terdapat tujuan atau kemungkinan untuk melikuidasi entitas.  Ketika dalam penilaian terhadap materialitas prinsip going concern terdapat ketidakpastian yang signifikan, maka manajemen diharuskan mengungkapkan kondisi tersebut dalam laporan keuangan (catatan atas laporan keuangan).

 

  1. 3.    Accrual Basis for Accounting

Setiap entitas diharapkan menyajikan laporan keuangan  (kecuali untuk statement of cash flow) dengan menggunakan basis akrual. Hal ini berarti, suatu entitas mengakui elemen dari laporan keuangan ketika elemen-elemen tersebut memenuhi definisi dan kriteria pengakuan secara akrual.

 

  1. 4.    Materiality and Aggregation

Setiap penyajian atas items dalam laporan keuangan memperhatikan kriteria materialitas yang harus mencerminkan pemisahan pencatatan atas item yang material maupun yang tidak material yang berbeda dari segi kelas nature atau function.

 

  1. 5.    Offsetting

Entitas tidak diperbolehkan melakukan offset atas assets dan liabilities serta income dan expenses kecuali diatur atau diperbolehkan secara khusus dalam standar atau memenuhi kondisi tertentu untuk dimungkinkan melakukan offset.

 

  1. 6.    Frequency of Reporting

Pada umumnya, entitas diwajibkan menyajikan laporan keuangan setidaknya secara tahunan atau periode yang mencakup satu tahun. Ketika suatu entitas melakukan perubahan atas periode pelaporan keuangan atau dalam kondisi tertentu harus menyajikan laporan keuangan di luar periode yang dipersyaratkan, entitas harus mengungkapkan alasan penggunaan periode pelaporan baik yang lebih pendek (short term) atau lebih panjang (long term)  serta fakta bahwa data keuangan yang disajikan dalam laporan keuangan periode tersebut tidak seluruhnya bisa diperbandingkan.

  1. 7.    Comparative Information

Informasi perbandingan (comparative information) akan meningkatkan comparability dari laporan keuangan. Informasi perbandingan secara deskriptif maupun secara naratif akan menjadi relevan untuk memahami laporan keuangan periode tahun yang bersangkutan dibandingkan dengan periode sebelumnya.

 

  1. 8.    Consistency of Presentation

Entitas berkewajiban untuk menyajikan dan mengklasifikasikan items dalam laporan keuangan secara konsisten dari satu periode ke periode berikutnya. Kecuali terdapat perubahan yang signifikan atas nature dari operasi bisnis entitas, dimana perubahan klasifikasi atau kebijakan akuntansi  akan menyajikan informasi yang lebih relevan dan reliablebagi pengguna laporan keuangan.

 

  1. II.  Struktur dan Isi Laporan Keuangan

 

Ketika sebuah entitas menyajikan laporan keuangan, biasanya akan diterbitkan bersamaan dengan laporan-laporan lain seperti chairman’s statement, director’s report, atau management discussion and analysis sebagai satu kesatuan dokumen laporan. Untuk membedakan laporan keuangan dari informasi lain yang diterbitkan secara bersamaan tersebut, entitas harus secara jelas bisa mengidentifikasikan laporan yang mengandung informasi keuangan dan informasi yang lain. Selain itu entitas juga harus dengan tegas mengidentifikasikan laporan keuangan dan catatan atas laporan keuangan. Informasi-informasi berikut juga dibutuhkan dalam sebuah tampilan laporan keuangan :

  1. Nama dari entitas pelaporan atau identifikasi lainnya
  2. Apakah laporan keuangan diterbitkan sebagai laporan entitas individu atau gabungan/ kumpulan entitas akuntansi
  3. Tanggal pelaporan atau akhir tanggal periode pelaporan
  4. Penyajian informasi yang terkait dengan mata uang dalam laporan keuangan
  5. Level pembulatan yang digunakan dalam menyajikan jumlah nominal dalam laporan keuangan

 

  1. III.    Laporan Posisi Keuangan

 

Informasi-informasi berikut, sebagai informasi minimum harus disajikan dengan nilai nominalnya pada lembar muka (on the face) laporan posisi keuangan (statement of financial position) :

  1. 1.    Property, Plant, and Equipment
  2. 2.    Investment Property
  3. 3.    Intangible Assets
  4. 4.    Financial Assets
  5. 5.    Investment accounted using the equity method
  6. 6.    Biological Assets
  7. 7.    Inventories
  8. 8.    Trade and other receivables
  9. 9.    Cash and cash equivalent
    1. 10.     The total of assets classified as held for sale and assets included in disposal groups classified as held for sale
    2. 11.     Trade and other payables
    3. 12.     Provisions
    4. 13.     Financial Liabilities
    5. 14.     Liabilities and assets for current tax
    6. 15.     Deferred tax liabilities and deferred tax assets
    7. 16.     Liabilities included in disposal groups classified as held for sale
    8. 17.     Non-controlling interest (minority interest)
    9. 18.     Issued capital and reserves attributable to owners of the parent

Suatu entitas membuat justifikasi tentang apakah akan menyajikan additional items secara terpisah dengan menggunakan basis penilaian :

  1. 1.    The nature and liquidity of assets;
  2. 2.    The function of assets within the entity;
  3. 3.    The amounts, nature, and timing of liabilities

Dalam menyajikan assets and liabilities pada lembar muka laporan posisi keuangan, entitas menyajikan berdasarkan pembedaan current atau non-current. Tapi, ketika penyajian dari assets dan liabilities berdasarkan ukuran likuiditas akan menghasilkan informasi yang reliable dan lebih relevan, entitas dimungkinkan untuk menyajikan assets dan liabilities tersebut berdasarkan klasifikasi likuiditas.

Dalam mengklasifikasikan suatu asset sebagai current asset, entitas harus yakin bahwa satu dari kondisi berikut terpenuhi :

  1. Entitas berharap untuk dapat merealisasikan asset atau bermaksud untuk menjual atau mengkonsumsi dalam satu periode siklus operasi normal.
  2. Entitas mempunyai hakatas asset yang tujuan utamanya adalah untuk dijual (trading)
  3. Entitas berharap akan merealisasikan asset tersebut dalam kurun waktu 12 bulan setelah periode pelaporan
  4. Asset berwujud cash atau cash equivalent kecuali atas asset yang dibatasi/ dicadangkan untuk pelunasan hutang dalam kurun waktu 12 bulan setelah periode pelaporan.

Contoh dari current assets :

  1. 1.    Assets (such as inventories and trade receivables) that are sold, consumed, or realized as part of the normal operating cycle even when they are not expected to be realized within 12 months after reporting period
  2. 2.    Assets held primarily for the purpose of trading
  3. 3.    The current portion of non-current financial assets

Dalam mengklasifikasikan suatu liablility sebagai current liability, entitas harus yakin bahwa satu dari kondisi berikut terpenuhi :

  1. Entitas mengharapkan untuk menyelesaikan kewajiban dalam operasi normal perusahaan
  2. Entitas memiliki liability untuk tujuan trading
  3. Liability akan diselesaikan dalam kurun waktu 12 bulan setelah periode pelaporan
  4. Entitas tidak mempunyai unconditional right untuk menunda pelunasan kewajiban setidaknya 12 bulan setelah periode pelaporan

Liabilities yang jatuh tempo dalam kurun waktu 12 bulan setelah periode pelaporan atau dimiliki untuk dijual mencakup :

  1. 1.    Financial liabilities classified as held for trading
  2. 2.    Bank overdrafts
  3. 3.    The current portion of non-current financial liabilities
  4. 4.    Dividend payables
  5. 5.    Income taxes
  6. 6.    Other non-trade payables

Beberapa tambahan informasi mengenai laporan posisi keuangan yang harus diungkapkan dalam notes (catatan atas laporan keuangan) antara lain :

  1. 1.    Items of property, plant, and equipment are disaggregated into classes.
  2. 2.    Receivables are disaggregated into amounts of receivable from trade customers, receivables from related parties, prepayments, and other amounts
  3. 3.    Inventories are disaggregated into classifications such as merchandise, production supplies, materials, work in progress, and finished goods
  4. 4.    Provisions are disaggregated into provisions for employee benefits and other items
  5. 5.    Equity capital and reserves are disaggregated into various classes, such as paid in capital, share premium, and reserves.

 

  1. IV.    Laporan Laba Komprehensif

 

Sebagai bagian dari proyek pengembangan dalam penyajian kinerja keuangan dari suatu entitas, IAS merevisi atau memisahkan perubahan dalam ekuitas (seperti perubahan net assets) dari suatu entitas dalam satu periode  menjadi dua kategori yaitu :

  1. Owner changes in equity-menampilkan perubahan yang terjadi dari transaksi dengan owner dengan kapasitasnya sebagai owner.
  2. Non-owner changes in equity– menampilkan semua perubahan dalam ekuitas yang juga mencakup items dari income dan expense yang diakui selama satu periode.

Pemisahan ini juga mencakup pemisahan komponen laporan laba komprehensif yaitu  :

  1. Komponen “profit and loss”. Profit and loss adalah total income dikurangi expenses, tidak termasuk komponen dari other comprehensive income.
  2. Komponen “other comprehensive income”. Other comprehensive income meliputi items of income and expenses (including reclassification adjustments) yang tidak diakui dalam komponen profit and loss.

Total dari komponen profit and loss dan komponen other comprehensive income  didefinisikan sebagai “total comprehensive income”. Jadi total comprehensive income adalah perubahan dalam ekuitas selama periode tertentu yang berasal dari transaksi, kejadian, tapi bukan perubahan ekuitas yang dihasilkan dari transaksi yang melibatkan owner dengan kapasitasnya sebagai owner.

Dengan istilah dan struktur baru tersebut, IAS mengharapkan entitas untuk menyajikan perubahan ekuitas non-owner dalam satu periode dalam sebuah laporan laba komprehensif dengan menggunakan satu dari dua pendekatan berikut :

  1. Single Statement Approach– menyajikan semua items dari income dan expense yang diakui selama satu periode dalam  suatu single statement of comprehensive income.
  2. Two Statement Approach– menyajikan semua items dari income dan expenseyang diakui selama satu periode dalam dua laporan
    1. Laporan yang menampilkan komponen dari profit and loss
    2. Laporan yang dimulai dengan profit and loss dan menampilkan komponen other comprehensive income

Suatu entitas mengakui items dari income dan expense dalam satu periode “profit and loss”. Berikut adalah  minimum items yang harus disajikan dalam laporan laba komprehensif  sehubungan dengan komponen profit and loss :

  1. 1.    Revenue
  2. 2.    Finance costs
  3. 3.    Share of the profit or loss associates and joint ventures accounted for using the equity method
  4. 4.    Tax expense
  5. 5.    A single amount comprising the total of :
    1. a.    The post-tax profit or loss of discontinued operations
    2. b.    The post-tax gain or loss recognized on the measurement to fair value less costs to sell or on the disposal of the assets or disposal group constituting the discontinued operation
    3. 6.    Profit and loss

Komponen dari other comprehensive income mencakup items berikut :

  1. 1.    Changes in revaluation surplus recognized in accordance with Property, plant, and equipment
  2. 2.    Changes in revaluation surplus recognized in accordance with intangible assets
  3. 3.    Actuarial gains and losses on defined benefit plans recognized in accordance with employee benefit
  4. 4.    Gains and losses arising from translating the financial statements of foreign operation in accordance with the effect of changes in foreign exchange rates
  5. 5.    Gains and losses on re-measuring available for sale financial assets in accordance with financial instruments-recognition and measurement
  6. 6.    The effective portion of gains and losses on hedging instruments in a cash flow hedge

Reclassification Adjustment didefinisikan sebagai jumlah yang direklasifikasi ke dalam profit and loss dalam periode kini yang sebelumnya diakui sebagaiother comprehensive income. Entitas diharapkan untuk mengungkapkan reclassification adjustments sehubungan dengan komponen dari other comprehensive income. Entitas menyajikan reclassification adjustment ini dalam laporan laba komprehensif dan catatan atas laporan keuangan. Tujuan penyajian reclassification adjustment adalah untuk memberikan informasi kepada pengguna dalam menilai efek dari reklasifikasi terhadap profit and loss. Reclassification adjustment muncul dari :

  1. 1.    On disposal of foreign operation
  2. 2.    On derecognition of available for sale financial assets
  3. 3.    When hedged forecast transaction affects profit and loss.

Reclassification Adjustment tidak muncul dari :

  1. 1.    On changes in revaluation surplus
  2. 2.    On actuarial gains and losses on defined benefit plans

Beberapa kondisi berikut perlu diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan terkait dengan laporan laba komprehensif :

  1. 1.    Write down of inventories to net realizable values or of property, plany, and  equipment to recoverable amount as well as reversals of such write downs
  2. 2.    Restructuring of the activities of an entity and reversals of any provisions for the cost of restructuring
  3. 3.    Disposal of items of property, plant, and equipment
  4. 4.    Disposals of investments
  5. 5.    Discontinued operations
  6. 6.    Litigation settlement
  7. 7.    Other reversals of provisions

 

  1. V.      Laporan Perubahan Ekuitas

 

Laporan perubahan ekuitas adalah laporan yang merupakan complete set dari laporan keuangan. Sebelumnya, laporan perubahan ekuitas mencakup items dari income dan expense yang tidak diakui dalam profit and loss, bersama dengan perubahan ekuitas yang terkait dengan owner dan efek dari perubahan kebijakan akuntansi serta koreksi kesalahan.

 

IAS melakukan revisi dengan mengklarifikasi semua perubahan ekuitas yang muncul dari transaksi dengan owner dengan kapasitasnya sebagai owner harus disajikan terpisah dari perubahan ekuitas non-owner.  Tujuannya adalah untuk memberikan informasi yang lebih baik mengenai pemisahan items terkait dengan karakteristiknya.

 

IAS mensyaratkan entitas untuk menyajikan items berikut dalam laporan perubahan ekuitas :

  1. 1.    Total comprehensive income for the period
  2. 2.    For each component of equity, the effects of retrospective application or retrospective restatement
  3. 3.    For each component of equity, a reconciliation between the carrying amount at the beginning and the end of the period, separately disclosing changes resulting from :
    1. a.    Profit or loss
    2. b.    Each item of other comprehensive income
    3. c.     Transactions with owners in their capacity as owners, showing separately contributions by and distributions to owners and changes in ownership interests in subsidiaries that do not result in a loss of control.

IAS mensyaratkan entitas untuk melakukan penyesuaian retrospective yang mengakibatkan perubahan (retrospective application). Sedangkan untuk koreksi kesalahan, entitas diminta untuk melakukan restatement secara retrospective. Retrospective adjustment dan retrospective restatement bukan merupakan perubahan ekuitas tapi hanya penyesuaian untuk saldo awal dari retained earning.

  1. VI.    Laporan Arus Kas

 

Informasi mengenai aliran kas (cash flow) menyediakan dasar (basis) bagi pengguna laporan  keuangan untuk menilai kemampuan entitas menghasilkan cash and cash equivalent dan kebutuhan entitas untuk menggunakan cash flow tersebut.

 

VII. Catatan-catatan

 

Catatan atas laporan keuangan adalah bagian yang terintegrasi dari sebuah laporan keuangan. Notes berisikan informasi tambahan atas informasi yang disajikan di laporan posisi keuangan, laporan laba komprehensif, laporan perubahan ekuitas, dan laporan arus kas. Notes menyediakan deskripsi naratif dan memisahkan items yang disajikan di laporan-laporan tersebut dan informasi terkait dengan items yang tidak dikualifikasikan untuk diakui secara detail dalam laporan tersebut.

 

Umumnya, notes menyajikan dan mengungkapkan informasi tentang dasar penyiapan laporan keuangan serta informasi-informasi lain yang tidak disajikan di bagian manapun dari laporan keuangan. Pengungkapan minimum dalam sebuah catatan atas laporan keuangan meliputi :

 

  1. 1.    Disclosures of accounting policy

Entitas dipersyaratkan untuk mengungkapkan ringkasan dari kebijakan akuntansi dalam penyusunan laporan keuangan.  Keputusan untuk mengungkapkan risalah mengenai kebijakan akuntansi harus mempertimbangkan apakah pengungkapan tersebut akan membantu pengguna untuk memahami transaksi, kejadian, dan kondisi yang tercermin dalam laporan keuangan serta karakter dari operasi dan kebijakan yang diharapkan oleh pengguna laporan keuangan untuk diungkapkan.

 

  1. 2.    Management judgments (apart from those involving estimations)

Dalam proses untuk menetapkan kebijakan akuntansi tertentu yang akan dterapkan oleh suatu entitas, management membuat variasi judgment dan estimasi yang secara signifikan akan mempengaruhi jumlah yang diakui dalam laporan keuangan.

  1. 3.    Sources of estimation uncertainty

Dalam catatan atas laporan keuangan, entitas juga dipersyaratkan untuk mengungkapkan informasi tentang asumsi yang entitas buat sehubungan dengan  kondisi masa depan, dan sumber lain tentang estimasi ketidakpastian pada akhir periode pelaporan yang akan memberikan pengaruh resiko yang signifikan terhadap penyesuaian material atas carrying amount dari assets dan liabilities di tahun berikutnya.

 

  1. 4.    Capital disclosures

IAS mensyaratkan entitas untuk mengungkapkan capital information sehingga memungkinkan users untuk mengevaluasi tujuan entitas, kebijakan, dan segala proses yang terkait dengan capital management. Informasi yang perlu diungkapkan antara lain:

  1. a.    Qualitative information about its objectives, policies, and processes for managing capital, including :

1.)  A description of what it manages as capital

2.)  When an entity is subject to externally imposed capital requirements, the nature of those requirements and how those requirements are incorporated into the management of capital

3.)  How it is meeting its objectives for managing capital

  1. b.    Summary quantitative data about what it manages as capital
  2. c.     Any changes in (a) and (b) from the previous period

 

  1. 5.    Other disclosures

Beberapa hal lain yang perlu diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan antara lain :

  1. a.    Summary quantitative data about the amount classified as equity
  2. b.    Its objectives, policies, and processes for managing its obligation to repurchase or redeem the instruments when required to do so by the instrument holders, including any changes from the previous period
  3. c.     The expected cash outflow on redemption or repurchase of that class of financial instruments
  4. d.    Information about how the expected cash outflow on redemption or repurchase was determined
  5. e.    The amount of dividends proposed or declared before the financial statements were authorized for issue but not recognized as distribution to owners during the period, and the related amount per share
  6. The amount of any cumulative preference dividends not recognized

From → Akuntansi

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: