Skip to content

Resume Akuntansi Manajemen Pemerintah

February 16, 2012

Adapun yang dibahas dalam makul ini pada saat itu adalah :

UTS

Bab 11

Decision making & cost management

Bab 12

Pricing decision&cost management

Bab 13

Strategy, Balance Score card & strategy profibility analysis

Bab 19

BSC : Quality, Time and theory of constraint

Bab 22

Management Control System (transfer pricing and multinational consideration

Bab 23

Performance measurement, compensation

 UAS (karena paper yang dibahas antar kelas berbeda, intinya yang dipresentasikan (kelas A&B) ada di bawah ini. Mungkin bisa dibuka lagi paper2 yang dulu dibuat temen-temen)

1

Anggaran penerimaan pajak

2

Decision making&relevant information, contoh di pemerintah membeli or menyewa, bikin sendiri or outsourcing

3

Pricing decision = nentuin tarif. Pas ujian keluarnya tarif busway.

4

BSC

5

Quality

6

Transfer pricing

 

RINGKASAN (Ringkasan ini merupakan hasil copas file yang di dapat dari kakak kelas)

Jenis akuntansi (tahun kemarin keluar kompre-> bu agni)

  1. Akuntansi Manajemen : mengukur dan melaporkan informasi keuangan dan informasi non keuangan yang membantu manajer untuk mengambil keputusan , untuk memenuhi tujuan organisasi.
  2. Akuntansi Keuangan : mengukur dan mencatat transaksi bisnis dan menghasilkan laporan keuangan yang dibuat berdasarkan prinsip akuntansi berterima umum  (GAAP).
  3. Akuntansi Biaya : mengukur dan melaporkan informasi keuangan dan non keuangan yang berhubungan dengan biaya untuk  memperoleh atau menggunakan sumber daya yang ada dalam suatu organisasi.

Perbedaan antara Akuntansi Manajemen dan Akuntansi Keuangan :

Akuntansi Manajemen

Akuntansi Keuangan

  • Terfokus pada pelaporan internal
  • Menekankan pada fungsi budgeting dan bagaimana mempengaruhi perilaku manajer dan karyawan
  • Tidak terlalu dibatasi GAAP
  • Lingkup laporannya lebih luas daripada laporan keuangan
  • Terfokus pada pelaporan eksternal
  • Menekankan pada fungsi pencatatan dan pelaporan keuangan.

 

  • Dibatasi oleh GAAP
  • Lingkup laporannya meliputi neraca, laporan laba/rugi, dan laporan arus kas

Persamaan-persamaan Antara Akuntansi Keuangan dan Akuntansi Manajemen

Sekalipun terdapat banyak perbedaan antara akuntansi keuangan dan akuntansi manajemen, kedua jenis akuntansi ini juga mempunyai beberapa persamaan.

  1. Akuntansi keuangan dan akuntansi manajemen sama-sama bergantung pada sislem akuntansi yang sama.
  2. Akuntansi keuangan maupun akuntansi manajemen sama-sama bergantung pada konsep tanggung jawab (responsibility) dan pertanggungjawaban (stewardship), pertanggungjawaban berarti bahwa perusahaan (atau segmen perusaliaan) haruslah bertanggung jawab atas kinerja operasi dan finansialnya kepada semua piliak yang mempunyai kepentingan ekonomi terhadapnya.
  3. Akuntansi keuangan maupun akuntansi manajemen terfokus pada penyediaan informasi untuk pengambilan keputusan

Hal-Hal Yang Harus Diperhatikan Manajer Untuk Mencapai Sukses

  1. a.           Fokus pada pelanggan
  2. b.          Analisis Rantai Nilai (Value Chain) dan Analisis Rantai Pasokan (Supply Chain Analysis)
  3. Key Success Factors, meliputi efisiensi biaya, kualitas, waktu dan inovasi
  4. d.          Pengembangan Yang Terus-Menerus Dan Benchmarking

Pengembangan yang terus-menerus oleh para pesaing membuat perusahaan berusaha terus-menerus untuk menciptakan pelayan yang lebih baik kepada konsumen, yaitu dengan melalui meningkatkan aspek-aspek yang ada dalam perusahaan. Target pencapaian peningkatan tersebut biasanya berupa benchmarking, yaitu mengukur kualitas produk, jasa dan aktivitas perusahaan dan membandingkannya dengan kinerja perusahaan pesaing yang dianggap paling baik.

Terminologi Biaya

Akuntan mendefinisikan biaya sebagai pengorbanan sumber daya untuk mencapai tujuan tertentu. Biaya biasanya diukur dalam sejumlah uang untuk memperoleh barang atau jasa. Actual cost adalah biaya yang sebenarnya terjadi yang berbeda dengan biaya yang dianggarkan (budgeted cost). Objek biaya (cost object) adalah besarnya biaya yang dikeluarkan untuk berbagai tujuan, seperti produksi,mesin, servis, dll.

Biaya Langsung dan Biaya Tidak Langsung

  • Biaya langsung adalah biaya yang berhubungan dengan setiap tujuan baiaya dapat ditelusuri jumlah cost effective. Contohnya adalah biaya dari kaleng dan botol adalah merupakan biaya langsung dari perusahaan minuman. Istilah cost tracing digunakan untuk menggambarkan penentuan dari biaya langsung untuk setiap tujuan biaya.
  • Biaya tidak langsung adalah biaya yang  berhubungan dengan setiap tujuan biaya yang tidak dapat ditelusuri dari cost effective. Contohnya adalah gaji supervisor yang mengawasi pengemasan produk berbagai macam minuman ringan di pabrik Pepsi merupakan biaya tidak langsung dari Pepsi-Colas. Cost allocation adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan penentuan biaya tidak langsung untuk setiap produk.

Perilaku Biaya : Biaya Variabel dan Biaya Tetap

Sistem biaya mencatat sumber-sumber biaya yang diperoleh dan bagaimana biaya-biaya tersebut kemudian digunakan. Pencatatan perolehan sumber-sumber biaya dan penggunaannya membantu manajer untuk melihat bagaimana perilaku dari biaya.  Untuk tujuan perencanaan, manajer harus dapat mengantisipasi apakah yang akan terjadi; jika biaya mengalami perubahan, manajer harus tahu sejauh mana perubahannya. Untuk membantu tugas manajer, biaya biasanya dikategorikan menjadi:

  • Biaya variabel adalah biaya yang akan berubah secara proporsional dengan perubahan aktivitas. Dalam suatu perusahaan dagang biaya variabel meliputi harga pokok penjualan, komisi penjualan, dan biaya penagihan. Dalam sebuah perusahaan jasa, misalnya rumah sakit, biaya variabel jasa perawatan kepada pasien termasuk biaya untuk pemasok, obat-obatan, makanan, dan barangkali jasa perawat.
  • Biaya tetap, biaya yang selalu tetap besarnya secara keseluruhan tanpa terpengaruh oleh tingkat aktivitas. Sebagai konsekuensinya, pada saat tingkat aktivitas naik atau turun, total biaya tetap konstan, kecuali jika dipengaruhi oleh kekuatan-kekuatan dari luar seperti perubahan harga.

Hubungan dari Berbagai Jenis Biaya

Secara garis besar biaya dapat dibagi menjadi : biaya langsung/tidak langsung dan biaya variabel/tetap (fixed). Biaya-biaya ini dapat dikombinasikan  menjadi :

  • Biaya langsung dan bersifat variabel;
  • Biaya langsung dan bersifat tetap (fixed);
  • Biaya tidak langsung dan bersifat variabel;
  • Biaya tidak langsung dan bersifat tetap (fixed).

Perusahaan Industri, Perdagangan, dan Jasa

Perusahaan dapat dibagi ke dalam tiga sektor:

  • Perusahaan sektor industri

Perusahaan ini membeli bahan baku dan komponen-komponen lainnya dan mengubahnya menjadi berbagai macam barang jadi. Contohnya adalah perusahaan otomotif, perusahaan pembuatan makanan, perusahaan tekstil, dll

  • Perusahaan sektor perdagangan

Perusahaan ini membeli produk dan kemudian menjualnya tanpa melakukan perubahan terhadap produk tersebut. Sektor ini meliputi perusahaan pengecer (misalnya toko buku) atau pedagang besar (grosir).

  • Perusahaan sektor jasa

Perusahaan ini memberikan jasa yang merupakan produk tidak berwujud. Contohnya adalah pengacara, Kantor Akuntan Publik, Bank, perusahaan asuransi, stasiun radio dan televisi.

Jenis-jenis persediaan

Perusahaan sektor industri membeli bahan baku dan komponen lainnya dan mengubahnya ke dalam berbagai jenis barang jadi. Perusahaan ini mempunyai tiga jenis persediaan :

  • Persediaan bahan baku

Bahan baku adalah material atau bahan dasar yang digunakan untuk membuat suatu produk

  • Persediaan barang dalam proses

Barang dalam proses adalah persediaan barang yang proses produksinya baru diselesaikan  sebagian dan masih membutuhkan pekerjaan lebih lanjut sebelum siap untuk dilempar ke pasar.

  • Persediaan barang jadi

Barang jadi adalah unit produk yang telah diproses secara penuh, tetapi belum dijual kepada konsumen.

Perusahaan sektor perdagangan membeli produk dan kemudian menjualnya tanpa melakukan perubahan. Perusahaan ini hanya mempunyai satu jenis persediaan, yaitu persediaan barang dagangan. Perusahaan sektor jasa memberikan jasa yang merupakan produk tidak berwujud , sehingga perusahaan ini tidak mempunyai prsediaan untuk dijual.

Biaya Produksi

Perusahaan manufaktur biasanya membagi biaya produksi ke dalam tiga jenis, yaitu:

  • Bahan langsung

Bahan langsung adalah bahan yang menjadi bagian tak terpisahkan dari produk jadi dan dapat ditelusuri secara fisik dan mudah ke produk tersebut.

  • Tenaga kerja langsung

Biaya tenaga kerja langsung adalah biaya tenaga kerja yang dapat ditelusuri dengan mudah ke produk jadi. Contohnya yaitu biaya gaji dari operator mesin pabrik.

  • Biaya overhead pabrik

Biaya overhead pabrik adalah seluruh biaya manufaktur yang berhubungan dengan obyek dari biaya yang tidak  dapat ditelusuri pada produk jadi.

Contohnya yaitu : biaya listrik, biaya perlengkapan pabrik, biaya depresiasi gedung pabrik, dll.

Biaya Utama dan Biaya Konversi

Sistem biaya dalam perusahaan industri dapat dibagi menjadi dua, yaitu:

  1. Biaya utama (prime costs)

Biaya utama ini meliputi semua biaya langsung dalam produksi. Contohnya dalam Cellular Products, jumlah prime cost adalah sebesar $85.000 ($76.000 biaya bahan baku + $9.000 biaya tenaga kerja langsung).

  1. Biaya Konversi  (Conversion Costs)

Biaya konversi adalah semua biaya produksi selain biaya bahan baku. Contohnya dalam Cellular Products, jumlah biaya konversi adalah sebesar $29.000 ( $9.000 biaya tenaga kerja langsung + $20.000 biaya overhead pabrik).

Mengukur Biaya Tenaga Kerja

Meskipun klasifikasi biaya tenaga kerja bervariasi diantara perusahaan, sebagian besar perusahaan membagi biaya menjadi :

  1. Biaya tenaga kerja langsung dari produksi (dapat ditelusuri dari produk secara individu)
  2. Biaya overhead produksi, terdiri dari :
  • Biaya tenaga kerja tidak langsung, contoh: biaya operator forklift truck, penjaga gudang, overtime premium, idle time.
  • Gaji manajer, kepala departemen, dan supervisor.

Klasifikasi Biaya untuk Pembuatan Keputusan

  1. Biaya diferensial

Biaya diferensial adalah perbedaan biaya di antara dua alternatif. Dalam keputusan bisnis, setiap alternatif memilki konsekuensi biaya dan manfaat yang harus dibandingkan dengan biaya dan manfaat yang akan diperoleh dari alternatif lain yang tersedia. Biaya diferensial disebut juga sebagai incremental cost.

  1. Opportunity cost

Opportunity cost adalah manfaat potensial yang akan hilang bila salah satu alternatif telah dipilih dari sejumlah alternatif yang tersedia. Opportiniy cost tidak selalu dicatat dalam catatan akuntansi organisasi, tetapi opportunity cost adalah biaya yang harus selalu dipertimbangkan dalam setiap pengambilan keputusan. Setiap alternatif memiliki opportunity cost yang melekat padanya.

  1. Sunk cost

Sunk cost adalah biaya yang telah terjadi dan tidak dapat diubah oleh keputusan apapun yang dibuat saat ini atau pun masa yang akan datang. Karena sunk cost tidak dapat diubah oleh keputusan apa pun, maka sunk cost bukanlah biaya diferensial. Oleh karenanya sunk cost dapat diabaikan dalam pembuatan keputusan.

Untuk menggambarkan sunk cost, asumsikan bahwa perusahaan membayar $50.000 beberapa tahun yang lalu untuk membeli mesin tertentu. Mesin tersebut digunakan untuk memproduksi barang yang saat ini sudah ketinggalan jaman dan tidak dijual lagi. Meskipun kemudian dari hasil peninjauan kembali menunjukkan hasil bahwa ternyata pembelian mesin tersebut tidak bijaksana, tidak ada hal apa pun yang dapat diperbuat untuk mengubah keputusan itu. Sangatlah bodoh kalau kemudian diputuskan untuk terus memproduksi barang yang sudah ketinggalan dengan mesin tersebut untuk menutup biaya yang dikorbankan untuk mendapatkan mesin tersebut. Singkatnya, sejumlah $50.000 uang telah dibayarkan untuk membeli mesin tersebut telah terjadi dan tidak dapat dikategorikan sebagai biaya diferensial untuk pembuatan keputusan di kemudian hari. Dengan alasan ini, biaya tersebut dianggap telah tenggelam dan dapat diabaikan dalam pengambilan keputusan.

Activity based costing (ABC); metode costing yang mendasarkan pada aktivitas yang didesain untuk memberikan informasi biaya kepada para manajer untuk pembuatan keputudan stratejik dan keputusan lain yang mempengaruhi kapasitas dan biaya tetap. Tujuan: Perhatian pada struktur operasi tertuju pada lebih rinci agar lebih mengerti bagaimana tentang sumberdaya digunakan dan penyebabnya, pembiayaan lebih akurat.

Activity based management (ABM); Keputusan manajer yang menggunakan informasi activity based costing  untuk memuaskan pelanggan dan meningkatkan keuntungan.

Pertanggungjawaban akuntansi (responsibility accounting) adalah sebuah system yang mengukur suatu perencanaan- dari budget– dan implementasinya- hasil aktualnya, oleh masing-masing pusat pertanggungjawaban.

Ada empat tipe pusat pertanggungjawaban, yaitu:

  1. Cost center – manajer hanya bertanggung jawab pada biaya-biaya yang terjadi
  2. Revenue center – manajer hanya bertanggung jawab pada pendapatan-pendapatan yang diperoleh
  3. Profit center – manajer bertanggung jawab pada pendapatan dan biaya yang terjadi
  4. Investment center – manajer bertanggung jawab pada segala bentuk investasi, pendapatan dan biaya yang terjadi.

 

Static dan Flexible Budget  (ini tahun kemarin keluar juga oleh bu aisyah, beda fixed budget dan flexible budget, jawabannya bisa pake ini bisa pake yang ada di makul cost acc)

Suatu static budget (anggaran statis) hanya disiapkan untuk satu tingkat aktifitas. Ini didasarkan pada tingkat output yang direncanakan yang dimulai dari permulaan periode anggaran. Master budget ( anggaran utama ) adalah salah satu contoh dari anggaran statis.

Sedangkan flexible budget ( anggaran fleksibel ) dikembangkan dengan menggunakan penerimaan yang telah dianggarkan atau jumlah biaya yang didasarkan pada tingkat output (keluaran) yang bener-benar diterima pada periode anggaran tersebut. Yang menjadi kunci perbedaan antara anggaran statis dengan anggaran fleksibel adalah pada penggunaan output aktual pada anggaran fleksibel.

Static-Budget Variance

Static-Budget Variance ( varian anggaran statis ) adalah perbedaan antara hasil yang aktual dengan jumlah yang dianggarkan dalam anggaran statis. Favorable variance ( varian yang disukai ) adalah varian yang mana dapat meningkatkan operating income secara relatif ke jumlah yang telah dianggarkan. Unfavorable variance ( varian yang tidak disukai ) adalah varian yang mana dapat menurunkan operating income secara relatif ke jumlah yang telah dianggarkan. Favorable variance untuk item-item pendapatan berarti bahwa pendapatan aktual melebihi pendapatan yang telah dianggarkan. Sedangkan favorable variance untuk item-item biaya berarti bahwa biaya aktual kurang dari biaya yang dianggarkan.

Balance score Card adalah suatu alat ukur kebehasilan strategi suatu perusahaan untuk meningkatkan pendapatannya dengan memperhatikan  aspek :

–       Keuangan

–       Pelanggan

–       Proses bisnis internal

–       Pembelajaran dan Pertumbuhan

–        

Alokasi biaya menyediakan informasi yang dibutuhkan untuk keputusan-keputusan strategis dan operasi.

 

Keterangan :

Metode alokasi biaya dengan tarip tunggal menyatukan semua biaya dalam satu satuan biaya. Tidak membedakan antara biaya variabel dan tetap dalam kelompok  biaya.

Metode alokasi dengan tarip ganda menggolongkan biaya-biaya dalam masing-masing satuan biaya menjadi dua satuan biaya yaitu satuan biaya variabel dan satuan biaya tetap.

r  Kebaikan penggunaan metode tarip tunggal dan tarip ganda

Tarip Tunggal

Tarip Ganda

  • Biaya rendah untuk menerapkannya. Karena dengan tarip tunggal, dihindari analisis yang mahal untuk mengklasifikasi perilaku biaya yaitu biaya tetap dan variabel.
  • Manajemen mengetahui perilaku biaya yaitu biaya tetap dan variabel. Dengan informasi ini bisa menuntun manajer untuk membuat keputusan untuk perusahaan secara keseluruhan.
  • Memungkinkan manajer divisi dapat menggunakan sumber daya luar perusahaan bila taripnya lebih rendah.
 
 

 

r  Metode Langsung : mengalokasi biaya dari Departemen Pendukung hanya ke Departemen Operasi.

r  Metode Step-down (alokasi berurutan) : mengalokasi biaya dari departemen pendukung ke  departemen pendukung lain dan ke departemen operasi.

r  Metode Alokasi Resiprokal : mengalokasi biaya sesuai servis yang disediakan untuk semua departemen pendukung.

r  Dua metode untuk alokasi biaya umum yaitu :

  1. Metode Alokasi Biaya Stand-alone
  2. Metode Alokasi Biaya Tambahan (incremental)
  • Biaya umum (common cost) adalah biaya dari penggunaan suatu fasilitas, aktivitas atau seperti objek biaya yang dibagi oleh dua atau lebih pengguna.
  • Metode alokasi biaya stand-alone, menggunakan informasi yang terkait untuk masing-masing pengguna dari objek biaya yang dipisahkan dalam menentukan bobot alokasi biayanya.
  • Metode alokasi biaya tambahan membuat rangking pengguna individual objek biaya yang berpedoman pada pengguna biaya umum paling bertanggung jawab dan lalu menggunakan rangking tersebut untuk mengalokasi biaya diantara para pengguna.

r  Alokasi Penerimaan dan Paket Produk

  • Alokasi Penerimaan terjadi ketika Penerimaan terkait dengan objek Penerimaan tertentu tetapi tidak bisa ditelusuri dengan cara yang efektif
  • Objek penerimaan adalah sesuatu dimana pengukuran yang terpisah atas penerimaan diperlukan. Contoh objek penerimaan seperti produk, pelanggan, dan divisi.
  • Paket produk  ialah paket yang terdiri dari dua atau lebih produk (atau servis) yang dijual didalam satu harga, tetapi produk secara individu dalam paket bisa dijual secara terpisah pada harga masing-masing produk.

 

 

KUALITAS

Cost Of Quality (COQ) menunjukkan biaya yang ditimbulkan untuk mencegah, biaya yang muncul sebagai hasil dari memproduksi produk dengan kualitas rendah. Biaya kualitas dibedakan menjadi 4 kategori:

  1. Biaya pencegahan (prevention cost)  – biaya yang muncul untuk produksi produk yang tidak sesuai dengan spesifikasi.
  2. Biaya penilaian (appraisal cost)  – biaya yang muncul untuk mendeteksi yang mana dari unit produk yang tidak sesuai dengan spesifikasi.
  3. Internal Failure Cost (biaya kegagalan internal) – biaya yang muncul pada produk yang rusak sebelum dikirim kepada pelanggan.
  4. External Failure Costs (biaya kegagalan eksternal) – biaya yang muncul pada produk yang rusak setelah dikirim kepada pelanggan.

Item-item yang termasuk  Laporan Costs of Quality :

Biaya Pencegahan

Biaya Penilaian

Internal Failure Cost

External failure Cost

Desain

Inspeksi

Cacat

Pelanggan

Rancang-bangun proses

Online Product

Pengerjaan Ulang

Produksi

Evaluasi supplier

Pengujian produk

Breakdown Maintenance

Biaya perbaikan garansi

Penggunaan bahan baku yang baru

Pengujian produk

Kegagalan produksi

Klaim utang

 

 

Tiga metode untuk mengidentifikasi masalah quality dan memperbaiki quality antara lain:

a) control chart, untuk membedakan random (acak) dari variasi non random dalam proses operasi,

b) pareto diagrams, yang mengidentifikasikan seberapa seringtiap tipe kegagalan muncul;

c) cause-and-effect diagrams, yang mengidentifikasikan potensi penyebab kegagalan.

Apakah yang dimaksud costumer response time? Apakah alasan dan biaya penundaan (costs of delay?

Costumer response time adalah durasi waktu antara kedatangan seorang pelaggan untuk pengorderan produk atau jasa sampai waktu produk dan jasa itu dikirim kepada pelanggan. Penundaan muncul karena

a) ketidakpastian kapan pelanggan akan order barang atau jasa

b) halangan (bottlenecks) berkaitan dengan kapasitas yang terbatas.

Empat langkah yang dapat dilakukan manager untuk mengatasi bottlenecks antara lain

a)   mengenalibahwa operasi bottlenecks menentukan throuhput contribution,

b)   temukan bottlenecks,

c) usahakan bottlenecks terus sibuk dan mengemudiankan semua operasi nonbottlenecks kepada operasi bottleneck, dan

d)  menambah efesiensi dan kapasitas bottleneck.

SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN

Sistem pengendalian manajemen adalah sistem yang mengumpulkan dan menggunakan informasi untuk membantu dan mengkoordinasikan rencana dan pengendalian keputusan dalam sebuah organisasi dan mengarahkan jalan bagi manajer dan karyawannya. Sistem ini mengumpulkan dan menyajikan informasi untuk beberapa tingkatan pengendalian manajemen (dalam perusahaan General Electric):

  1. Tingkat Organisasi – misalnya harga persediaan, pendapatan bersih, arus kas dari kegiatan operasi, total tenaga kerja, tingkat polusi, dan sumbangan kepada lingkungan perusahaan.
  2. Tingkat Pelanggan/Pasar – misalnya kepuasan pelanggan, lamanya waktu untuk memenuhi pesanan pelanggan, dan produk dari pesaing.
  3. Tingkat Fasilitas Produksi – misalnya biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, tingkat ketidakhadiran, dan adanya kecelakaan pada berbagai divisi (seperti Litbang, produksi, dan distribusi).
  4. Tingkat Aktivitas Produksi – misalnya biaya dan waktu untuk menerima barang, menyimpan, pemasangan, dan mengirim barang di gudang; tingkat sisa, kecacatan, dan unit yang dikerjakan kembali pada lini produksi; jumlah transaksi penjualan dan pendapatan per wiraniaga; dan jumlah pengiriman per karyawan di bagian distribusi.

Sistem pengendalian manajemen mengumpulkan baik informasi keuangan maupun informasi non keuangan. Informasi ini dapat diperoleh baik dari dalam perusahaan maupun dari luar perusahaan. Informasi ini dapat disajikan dalam bentuk tunggal (single report) yang disebut balance scorecard.

STRUKTUR ORGANISASI DAN DESENTRALISASI

Desentralisasi adalah kebebasan dari manajer tingkat bawah dari suatu organisasi untuk membuat keputusan. Otonomi mengacu kepada tingkat kebebasan untuk membuat keputusan. Semakin besar kebebasan, semakin besar otonomi. Keseluruhan desentralisasi berarti pembatasan yang minimum dan kebebasan yang maksimum bagi manajer tingkat bawah dari suatu organisasi untuk membuat suatu keputusan. Keseluruhan sentralisasi berarti pembatasan yang maksimum dan kebebasan yang minimum bagi manajer tingkat bawah dari suatu organisasi untuk membuat suatu keputusan. Sturuktur perusahaan berada diantara kedua tingkat perbedaan ini karena desentralisasi mempunyai keuntungan dan kelemahan.

Manfaat dari desentralisasi

  1. Menciptakan tingkat reaksi yang lebih cepat di tingkat unit yang lebih rendah. Manajer di tingkat yang lebih bawah mempunyai informasi yang lebih lengkap mengenai pelanggan, pesaing, pemasok, dan karyawannya.
  2. Memperoleh keuntungan dengan pembuatan keputusan yang lebih cepat.

Desentralisasi mempercepat pembuatan keputusan, merupakan suatu keunggulan dibandingkan organisasi yang tersentralisasi. Sentralisasi memperlambat pembuatan keputusan karena harus melewati beberapa tingkat manajemen dari atas ke bawah.

  1. Meningkatkan motivasi dari manajer di tingkat bawah.

Manajer tingkat bawah dimotivasi untuk mengeluarkankan inisiatif dan juga kreatifitasnya.

  1. Membantu pengembangan manajemen dan memberikan suatu pembelajaran.

Dengan memberi manajer tanggung jawab akan membantu mengembangkan pengalamannya dan juga bakatnya sehingga dapat meraih posisi yang lebih tinggi. Di samping itu perusahaan dapat mengetahui mana orang-orang yang tidak mempunyai bekal manajerial.

  1. Mempertajam fokus dari manajer di tingkat bawah terhadap suatu masalah.

Dengan desentralisasi, manajer tingkat bawah lebih terkonsentrasi dan terfokus. Unit di bawah lebih fleksibel terhadap perubahan misalnya perubahan kesempatan di pasar.

Kelemahan dari desentralisasi

  1. Menjadikan pembuatan keputusan yang kurang optimal.

Keputusan yang kurang optimal dapat terjadi karena (1) adanya ketidaksamaan diantara tujuan perusahaan keseluruhan, tingkat bawah, dan tujuan individu dari pembuat keputusan, atau (2) tidak adanya petunjuk mengenai pengaruh dari keputusan manajer tingkat bawah kepada unit lain dalam perusahaan. Hal ini juga terjadi karena unit di tingkat bawah mempunyai independensi yang tinggi.

  1. Manajer terfokus kepada unit yang lebih kecil daripada perusahaan secara keseluruhan.

Manajer menjadi lebih mementingkan unitnya daripada perusahaan dan juga unit-unit lain. Sehingga sifat individualisme dapat muncul dalam hal ini.

  1. Meningkatkan biaya untuk mengumpulkan informasi.

Untuk mengkoordinasikan apa saja yang telah dilakukan oleh unit-unit dalam perusahaan diperlukan pengumpulan informasi yang membutuhkan tambahan biaya.

  1. Memungkinkan terjadinya duplikasi aktifitas.

Unit-unit dapat melakukan kegiatan yang sama secara terpisah. Kemungkinan adanya duplikasi fungsi dari staf jika tingkat desentralisasi sangat tinggi.

Perbandingan dari manfaat dan biaya

Dalam memilih struktur organisasi yang akan melaksanakan strategi dari perusahaan, manajer puncak harus membandingkan manfaat dan biaya dari desentralisasi, seringnya berdasarkan fungsinya. Desentralisasi budget dan pelaporan dapat menjadikan manajer pemasaran di unit yang lebih rendah lebih kreatif. Sentralisasi dari strategi untuk pajak penghasilan dapat membuat perusahaan untuk menutupi kerugian sub unit yang satu dengan keuntungan dari sub unit yang lainnya untuk mengevaluasi dampaknya terhadap perusahaan secara keseluruhan.

Berdasarkan survei, keputusan yang sering dibuat secara desentralisasi dan sedikit yang secara sentralisasi yang berhubungan dengan pemasok, produk campuran, dan iklan dari produk. Keputusan yang berhubungan dengan jenis dan sumber pembiayaan jangka panjang paling sedikit secara desentralisasi dan sering dibuat secara sentralisasi. Manfaat dari desentralisasi secara umum lebih besar ketika perusahaan dihadapkan kepada kondisi yang tidak menentu dari lingkungan, yang membutuhkan pengetahuan yang lebih rinci untuk melakukan berbagai pekerjaan dan mempunyai sedikit ketergantungan dengan bagian yang lain.

Desentralisasi pada perusahaan multinasional

Perusahaan multinasional sering melakukan desentralisasi karena pengendalian secara sentralisasi dari perusahaan dengan anak perusahaannya di seluruh dunia secara fisik dan praktiknya tidak mungkin. Disamping itu bahasa, budaya, kebiasaan, praktik bisnis, hukum, dan peraturan bermacam-macam di tiap negara.

Desentralisasi memungkinkan manajer di negara yang berbeda membuat keputusan yang memerlukan pengetahuan mereka mengenai kondisi bisnis dan politik di negara tersebut dan menghadapi ketidakpastian dengan lingkungan mereka masing-masing.

Tentu saja ada kelemahan dari desentralisasi perusahaan multinasional, salah satu yang paling penting adalah kurangnya pengawasan. Perusahaan multinasional yang melakukan desentralisasi dalam pembuatan keputusan juga merancang sistem pengendalian manajemen mereka untuk mengukur dan mengawasi kinerja divisinya. Informasi dan teknologi komunikasi menfasilitasi aliran informasi untuk pelaporan dan pengawasan.

Pilihan mengenai Pusat Pertanggungjawaban

Untuk mengukur kinerja dari  unit yang lebih rendah dalam perusahaan yang tersentralisasi maupun desentralisasi, sistem pengendalian manajemen menggunakan satu atau beberapa tipe pusat pertanggungjawaban:

  1. Cost center – manajer hanya bertanggung jawab mengenai masalah biaya.
  2. Revenue center – manajer hanya bertanggung jawab mengenai masalah pendapatan.
  3. Profit center – manajer bertanggung jawab mengenai masalah pendapatan dan biaya.
  4. Investment center – manajer bertanggung jawab mengenai masalah investasi, pendapatan, dan biaya.

TRANSFER PRICING

Transfer Price adalah harga dari suatu departemen yang dibebankan kepada suatu produk atau jasa yang dikirim kepada departemen lainnya dalam organisasi yang sama. Transfer price menghasilkan pendapatan untuk departemen penjual dan biaya pembelian untuk departemen pembeli, mempengaruhi pendapatan operasi tiap departemen. Pendapatan operasi ini dapat digunakan untuk mengevaluasi kinerja departemen dan memotivasi manajer masing-masing. Produk atau jasa yang dipindahkan antar departemen dalam satu organisasi dinamakan intermediate product (produk antara).

Jika dilihat, transfer pricing merupakan hal yang aneh. Aktivitas di dalam suatu organisasi bukanlah suatu pasar seperti umumnya, produk dan jasa tidaklah dijual dan dibeli seperti transaksi di pasar terbuka. Disamping itu, penetapan harga antar departemen sangat dipengaruhi oleh harga di pasar. Hal yang masuk akal dari transfer price adalah manajer departemen ketika membuat keputusan hanya perlu memfokuskan diri bagaimana keputusan mereka akan mempengaruhi kinerja departemen mereka tanpa perlu mengevaluasi pengaruhnya terhadap perusahaan secara keseluruhan.

Metode Transfer-Pricing

Terdapat tiga metode untuk menentukan transfer prices:

  1. Berdasarkan harga pasar (Market-based transfer prices)
  2. Berdasarkan biaya produksi (Cost-based transfer prices)

Berdasarkan harga negosiasi (Negotiated transfer prices)

From → Manajemen

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: