Skip to content

Resume audit kinerja

February 16, 2012

AUDIT KINERJA – PREAMBULE

 

Dua jenis akuntabilitas

  • Akuntabilitas keuangan: kewajaran penyajian laporan keuangan
  • Akuntabilitas kinerja: sejauh mana pemerintah melaksanakan program dan kegiatannya secara ekonomis, efisien, dan efektif.

Audit Sektor Publik (Brown, et. al., 1982)

  • Audit keuangan dan kepatuhan : menilai kewajaran laporan keuangan , opini atas laporan keuangan , audit keuangan dan audit kepatuhan merupakan pondasi audit sektor publik
  • Audit operasional atau manajemen (ekonomi & efisiensi) : audit atas ekonomi dan/atau efisiensi, berfokus pada hubungan input – output, kehematan dan efisiensi dalam pemerolehan, pengelolaan, dan penggunaan sumber daya pemerintah.
  • Audit atas hasil program (efektivitas): menilai apakah hasil atau manfaat yang diharapkan telah tercapai, menilai apakah tujuan yang telah ditetapkan telah terpenuhi

Jenis Pemeriksaan UU No. 15/2004 =

 1) Pem.Keuangan : audit atas laporan keuangan yang bertujuan untuk memberikan keyakinan yang memadai, apakah lapkeu disajikan secara wajar dalam semua hal yg material sesuai prinsip akuntansi yang berlaku di Indoneisa / basis akuntansi komprehensif selain prinsip tsb

2) Pem. Kinerja: audit yg dilakukan secara objektif dan sistematis terhadap berbagai macam buktu untuk menilai kinerja entitas yg diaudit dalam hal ekonomi, efisiensi, dan efektivitas, dengan tujuan untuk memperbaiki kinerja dan meningkatkan akuntabilitas publik

3) PDTT : audit khusus, diluar kedua diatas yg bertujuan untuk memberikan simpulan atas hal yg diaudit. Dpt berupa : eksaminasi, revie, ato prosedur yg disepakati

v  Audit kinerja diperkenalkan di USA, Kanada, Inggris, Swedia, dan beberapa negara lainnya di akhir 1960-an. Alasan ada audit kinerja : Akuntabilitas dan demokrasi, Pengganti mekanisme pasar, Dasar pengambilan keputusan

Audit kinerja VS Audit Keuangan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pemeriksaan kinerja adalah :

  • “Evaluasi independen atas kehematan (ekonomi) dan efisiensi operasi auditee, serta efektivitas atas program di sektor publik.”
  • “Pemeriksaan atas pengelolaan keuangan negara yang terdiri atas pemeriksaan aspek ekonomi dan efisiensi serta pemeriksaan aspek efektivitas.” (UU No. 15/2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara)

 

 

Pelaksana AuKin

  • Lembaga pemeriksa ekstern: BPK Dasar hukum: UU No. 15/2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara.
  • Lembaga pemeriksan intern: APIP. Dasar hukum: PP No. 60/2008 tentang SPIP

Sektor Publik VS Swasta

  • Persamaan: kewajiban menyediakan barang/jasa bagi konsumen.
    • Perbedaan:   –  Biaya, kuantitas, dan kualitas barang/jasa publik tidak ditentukan oleh hubungan supply-demand, motif laba, dan persaingan.

–    Aktivitas sektor publik sangat dipengaruhi oleh peraturan.

–    Mekanisme pembayaran/pendanaan

Konsep Dasar

  • Input: sumber daya untuk melakukan proses yang menghasilkan output (e.g: sdm, peralatan, teknologi)
  • Proses: kegiatan mengolah input menjadi output.
  • Output: barang/jasa hasil langsung dari proses (kualitas & kuantitas).
  • Outcome: tujuan yang ingin dicapai melalui output.

 

 

3E

  • Economy (Spend Less) : Hubungan antara biaya dan input. Minimalisasi biaya dari sumber daya yang digunakan
  • Efficiency (Spend Well) : Hubungan antara input dan output. Output optimal dengan input yang ada
  • Effectiveness (Spend Wisely) : Hubungan antara output dan outcome. Pencapaian tujuan/sasaran yang telah ditetapkan

 

SPKN – AUDIT KINERJA

 

Standar Umum

Standar Pelaksanaan

Standar Pelaporan

1.Kecakapan profesional

2.Independen: Independen in fact (sikap mental yang ada dalam diri pribadi akuntan-sulit dilihat) dan independen in appearance (tindakan/perilaku independen yg dpt dilihat, misal auditor-auditee bukan sodara/teman dekat dll)

3.Cermat dan seksama

4.Sistem kendali mutu

1.Perencanaan yg memadai

2.Supervisi

3.Bukti audit cukup, kompeten, dan relevan

4.KKP

1.LHP harus dibuat

2.Isi LHP : pemeriksaan sesuai standar; ada tujuan, ruanglingkup, metodologi; temuan, simpulan, rekomendasi; tanggapan pejabat; informasi rahasia jika ada

3.Tepat waktu, lengkap, akurat, objektif, meyakinkan, jelas dan ringkas

4.Penyerahan LHP

SIKLUS – AUDIT KINERJA

 

Perencanaan / Survey Pendahuluan

Pelaksanaan

Pelaporan

  1. Pemahaman entitas
  2. Identifiaksi Area Kunci
  3. Tujuan dan ruang lingkup
  4. Kriteria Audit
  5. Identifikasi Bukti Audit
  6. Laporan Survey Pendahuluan
  7. Program pengujian terinci (P2 dan PKP)

 

  1. Mengumpulkan dan menguji bukti audit
  2. Menyusun KKP
  3. Menyusun dan mengkomunikasikan temuan

 

 

 

  1. Menyusun dan mendistribusikan LHP

 

 

Perencanaan / Survey Pendahuluan

 

  1. Pemahaman entitas
  • Ø Informasi yg diperlukan : gambaran umum entitas; pemahaman input, proses, output, outcome dll
  • Ø Laporan atas pemahaman entitas : tujuan entitas, hubungan akuntabilitas, sumber daya, proses manajemen, tujuan kinerja, program dan operasi, lingkungan eksternal
  1. Identifikasi Area Kunci
  • Ø Area kunci adalah area, bidang, atau kegiatas yang menjadi fokus audit dalamentitas
  • Ø Pendekatan untuk identifikasi area kunci :

a)   Risiko manajemen. Makanya dikenal risk based audit approach

b)   Signifikansi, salah satu faktor signifikansi adalah materialitas keuangan

c)   Dampak audit, merupakan nilai tambah dari audit kinerja yakni perubahan/perbaikan yg dapat meningkatkan 3E

d)  Auditabilitas – bisa diaudit/mengaudit g?

  1. Tujuan dan ruang lingkup
  • Ø Tujuan audit merupakan alasan dilaksanakannya audit, you know!! Menetapkan TAO (Tentavive Audit Objective) menjadi FAO (Fix Audit Objective). Dari aspek 3E
  • Ø Ruang lingkup merupakan batasan suatu audit.
  • Ø Ruang lingkup memuat : tujuan audit, permasalah yg diperiksa (3E), waktu yg diperlukan, besarnya sampel
  1. Kriteria Audit
  • Ø Kriteria audit adalah standar, ukuran, harapan, dan praktik terbaik yang seharusnya dilakukan atau dihasilkan oleh entitas yang diaudit (Agung Rai)
  • Ø kriteria Audit adalah standar ukuran harapan mengenai apa yang seharusnya terjadi, praktik terbaik, dan benchmarks (SPKN)
  • Ø Tujuan dari penetapan kriteria adalah sebagai dasar pembanding apakah praktik-praktik yang dilaksanakan telah mencapai standar kinerja yang seharusnya.
  • Ø 2 pendekatan penetapan kriteria:

a)   Kriteria Proses : yakni pendekatan penetapan kriteria dengan memfokuskan pada proses kerja auditee. Menila apakah entitas/program/kegiatan memiliki prosedur, metode, atau proses operasional yang baik. Kriteria ini berkaitan dengan cara kerja dan sumber daya (input) yang seharusnya digunakan auditee secara memadai di bidang-bidang kegiatan yang diperiksa dalam proses pekerjaan.

b)   Kriteria hasil : yakni pendekatan penetapan kriteria dengan memfokuskan pada pencapaian hasil, kriteria keberhasilan berkaitan dengan tercapainya 3E ( Ekonomi, efiseiensi, dan efektivitas) sesuai dengan standar yang ditetapkan.

  • Ø karakteristik kriteria yang baik. Karakteristik tersebut mencakup hal-hal sebagai berikut:

a)   Dapat  dipercaya  (reliable); artinya  bahwa  apabila kriteria tersebut digunakan oleh auditor lain untuk hal yg sama, maka kriteria tersebut harus bisa memberikan kesimpulan yang sama.

b)   Obyektif  (objective); artinya  kriteria  bebas dari  bias baik oleh auditor maupun entitas.

c)   Bermanfaat  (usefulness);  artinya  kriteria  yang  dapat menimbulkan  temuan  dan  kesimpulan  pemeriksaan yang memenuhi keinginan para pengguna informasi.

d)  Bisa  dimengerti  (understandability);  artinya  kriteria yang ditetapkan secara jelas dan bebas dari perbedaan interpretasi.

e)   Bisa diperbandingkan (comparability); artinya bahwa kriteria tersebut bersifat konsisten apabila  digunakan dalam pemeriksaan kinerja atas entitas-entitas atau aktivitas-aktivitas yang serupa atau apabila digunakan dalam  pemeriksaan  kinerja  sebelumnya  atas  entitas yang sama.

f)    Lengkap  (completeness);  kriteria  yang  lengkap mengacu kepada penggunaan seluruh kriteria yang signifikan dalam menilai kinerja.

g)   Bisa   diterima   (acceptability);   kriteria   yang   bisa diterima adalah kriteria yang bisa diterima oleh entitas yang   diperiksa, DPR-RI/DPRD, media, dan masyarakat umum.   Semakin  tinggi  tingkat keberterimaan tersebut, semakin efektif pemeriksaan kinerja yang dilaksanakan.

  • Ø Langkah dalam menentukan kritedia : menilai ketepatan karakteristik kriteria audit, menentukan sumber kriteria, mengembangkan kriteria, mengkomunikasikan kriteria dg auditee
  • Ø Jika Audit Kinerja tidak dapat memberikan rekomendasi, maka audit gagal
  • Ø Indonesia lebih condong untuk audit kinerja atas proses, bukan pada hasil
  • Ø Klo di tengah2 audit ada penemuan yg signifikan, bisakah kriteria diubah??  Jawab : bisa, tp harus dikomunikasikan dg auditee ya..
  1. Identifikasi bukti Audit
  • Ø Manfaat identifikasi bukti audit : mendukung temuan, simpulan, rekomendasi
  • Ø Jenis bukti : 1)bukti fisik  2)bukti dokumenter  3)bukti kesaksian   4)bukti analitis
  • Ø Sumber bukti : Internal, eksternal, sumber lain
  • Ø Syarat Bukti: cukup jumlahnya, kompeten – harus sah/valid, dan relevan – jelas dan punya hubungan logis dan masuk akal dg tujuan.kriteria audit dan dapat dimengerti
  1. Laporan Survey Pendahuluan
  • Ø Unsur laporan survey pendahuluan:

a)      Tujuan survey pendahuluan

b)      Penjelasan kegiatan/program entitas yg diaudit

c)      Risiko audit pd audit pendahuluan

d)     Hasil penelaahan SPI

e)      Hasil penelaahan peraturan UU

f)       Identifiaksi kriteria audit

g)      Identifikasi masalah yg perlu dilakukan pengujian terinci

h)      Usulan apakah audit akan dilanjutkan atau tidak

  1. Program pengujian terinci (P2 dan PKP)
  • Program audit adalah pedoman dalam tahap pelaksanaan audit yang menjabarkan prosedur terinci untuk melaksanakan audit.
  • Teknik audit mengacu pada teknik dalam pengumpulan data seperti : reviu dokumen, wawancara, kuesioner, analisis data, observasi
  • Prosedur audit adalah langkah, pengujian, instruksi, dan rincian termasuk dalam program audit untuk dilaksanakan secara sistematis dan masuk akal
  • Langkah2 menyusun program audit

a)   Memahami istilah baku

b)   Menetapkan pendekatan audit (proses/hasil?)

c)   Memfokuskan pada pembuktian kriteria audit

d)  Menetapkan prosedur yg tepat

e)   Menetapkan format program audit. Kamsute : isi2 program audit apa saja, misalnya dasar penyusunan, standar yg digunakan, entitas yg diaudit, alasan audit dll

  • Tujuan utama penyusunan Program Pemeriksaan (P2) adalah:

a)   menetapkan hubungan yang jelas antara tujuan pemeriksaan, metodologi pemeriksaan, dan kemungkinan-kemungkinan pekerjaan lapangan yang harus dikerjakan;

b)   mengidentifikasikan dan mendokumentasikan prosedur-prosedur pemeriksaan yang harus dilaksanakan; dan

c)   memudahkan supervisi dan reviu

 

Pelaksanaan Audit Kinerja

  1. Mengumpulkan dan menguji bukti audit

v  Tujuan mengumpulkan bukti :

  • Memudahkan untuk menjelaskan objek yg diaudit
  • Mengukur output dan dampak dari biadang yg diaudit
  • Menguji hipotesis dan menjelaskan kinerja objek atau kekurangan kinerja auditee

v  Teknik pengumpulan bukti :

1.Observasi                                           5.Survey

2.Studi literatur atau basis data                        6.Wawancara

3.Reviu program                                   7.Focus Group Discussion (diskusi bersama)

4.Benchmarking                                   8.Pendapat Ahli dab Reviu hasil audit lain

v  Teknik analisis bukti:

1)      MLP (Model Logika program)  :menggambarkan arus logika kinerja

2)      Membuat perbandingan dg rasio

3)      Distribusi data : pake grafik/kurva

4)      Analisis regresi: menilai hubungan antar variabel

5)      Analisis manfaat-biaya

6)      Simulasi dan modeling

7)      Analisis isi dari data kualitatis

8)      Analisis arus kerja dan arus komunikasi

v  Langkah2 pengujian :

1)      Menentukan teknik pengujian

2)      Membandingkan hasil pengujian bukti dengan kriteria audit

3)      Mengidentifikasi sebab dan akibat dari perbedaan

4)      Mengidentifikasi usulan rekomendasi atas temuan

  1. Menyusun KKP

v  Manfaat penyusunan KKP

1)      Sebagai dasar perencanaan audit tahun selanjutnya

2)      Sebagai catatan bahan bukti dan hasil pengujian yg telah dilakukan]

3)      Sebagai dasar untuk menentukan jenis laporan audit yg pantas

4)      Sebagai dasar untuk supervisi audit

v  Karakteristik KKA

1.Lengkap dan akurat                           6.Mudah dimengerti dan berurutan

2.Mempunyai tujuan yg jelas                7.Relevan

3.Jelas dan singkat                                8.Terstruktur

4.Mendukung simpulan audit               9.Mudah diakses

5.Mudah dipersiapkan                          10.Mudah direview

  1. Menyusun dan mengkomunikasikan temuan
  • Temuan audit adalah masalah2 penting (signifikan/material) yang ditemukan selama audit berlangsung dan masalah tersebut pantas untuk dikemukakan dan dikomunikasikan dalam entitas yang diaudit karena mempunyai dampak terhadap perbaikan/peningkatan kinerja-3E auditee
  • Temuan sebaiknya tidak hanya mengungkap temuan negatif, tetapi jg temuan positif
  • Ciri-ciri temuan yg baik
  1. Didukung bukti yg memadai
  2. Harus penting/material
  3. Harus mengandung unsur temuan :
    1. Kondisi (What): gambaran situasi yg sebenarnya terjadi
    2. Kriteria (What should be): sesuatu yg seharusnya terjadi berupa standar masukan (input), standar proses, dan standar hasil (output)
    3. Sebab-Akibat
  • Penyusunan dan pengembangan temuan audit:
  1. Kenali fakta/kondisi secermat mungkin
  2. Tetapkan kriteria
  3. Tentukan apakah ada perbedaan signifikan antara kondisi dan kriteria
  4. Identifikasi dampak yg ditimbulkan
  5. Adakah suatu analisis antara penyebab, kondisi, dan akibat

 

Pelaporan Audit Kinerja

 

  • Ø Tujuan LHP: menyediakan informasi, rekomendasi, dan penilaian yg independen bagi pengguna laporan mengenai pelaksanaan kegiatasn entitas yg diaudit bagi para pengguna laporan mengenai pelaksanaan kegiatan auditee apakah diselenggarakan dengan ekonomis, efisien, dan efektif.
  • Ø Manfaat LHP: alat komunikasi, dasar u/ perbaikan, dan u/ menilai tingkat kecukupan tindakan perbaikan. \
  • Ø Karakteristik laporan yg baik : tepat waktu, lengkap, akurat, objektif, meyakinkan, jelas, ringkas
  • Ø Isi LHP:

1.  Judul

2.  Ringkasan (bedakan temuan dan rekomendasi)

3.  Pendahuluan (latar belakang audit, auditor penanggungjawab, standar)

4.  Tujuan dan ruang lingkup

5.  Waktu pelaporan

6.  Kriteria audit

7.  Metodologi

8.  Temuan

9.  Simpulan dan rekomendasi

10.Daftar istilah (glosarium)

  • Ø Langkah penyusunan LHP
  1. Menyusun konsep laporan : surat pengantar, ringkasan laporan, dan draft LHP
  2. Mengkomunikasikan LHP, mendapatkan komentar dari auditee
  3. Menyusun laporan akhir : mencocokkan referensi, menelaah konsep laporan akhir, dan mendistribusikan laporan

 

Tindak Lanjut

 

  • Ø Tindak lanjut  audit adalah langkah-langkah yang harus diambil oleh auditor setelah laporan audit diserahkan kepada auditee
  • Ø Tujuan tindak lanjut:
  1. Membantu pihak eksekutif dalam mengarahkan tindakan yg diambil terkait dengan hasil audit
  2. Mengevaluasi kinerja lembaga audit itu sendiri
  3. Memberikan masukan bagi perencanaan strategis audit kinerja pada lembaga audit
  4. Mendorong pembelajaran dan pengembangan auditee
  • Ø Langkah-langkah tindak lanjut
  1. Perencanaan tindak lanjut
    1. Menentukan apakah tindak lanjut akan dilaksanakan
    2. Menentukan ruang lingkup tindak lanjut
    3. Cross audit follow up, jika ada beberapa entitas memiliki masalah yang sama, maka auditor perlu untuk review beberapa hasil audit yg memiliki masalah yg sama tsb.
    4. Menyiapkan sumber daya untuk tindak lanjut
    5. Menjadwalkan tindak lanjuts
    6. Pelaksanaan tindak lanjut
      1. Mengumpulkan informasi
      2. Mencatat hasil
      3. Menilai dampak audit
      4. Pelaporan hasil tindak lanjut.

 

 

From → Audit

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: