Skip to content

Resume Sistem Informasi Manajemen

February 16, 2012

 

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

 

  1. Konsep Dasar Sistem Informasi
  2. Pengertian Sistem

Raymond McLeod, Jr. (2004, 9) mengungkapkan “Sistem adalah sekelompok elemen-elemen yang terintegrasi dengan maksud yang sama untuk mencapai suatu tujuan”. Jogiyanto (2008, 1) mengutip FitzGerald mendefinisikan “Sistem sebagai suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu”. Dari defenisi tersebut dapat dirinci lebih lanjut pengertian sistem secara umum, yaitu :

  1. Setiap sistem terdiri dari unsur-unsur.
  2. Unsur-unsur tersebut merupakan bagian terpadu sistem yang bersangkutan.
  3. Unsur sistem tersebut bekerja sama untuk mencapai tujuan sistem.
  4. Suatu sistem merupakan bagian dari sistem lain yang lebih besar.

Jogiyanto (2008, 3) menjelaskan bahwa suatu sistem memiliki beberapa elemen, yaitu:

  1.  Komponen Sistem (Component)

Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, yang saling bekerjasama membentuk suatu kesatuan. Komponen-komponen sistem dapat berupa suatu sistem atau bagian-bagian dari sistem.

  1. Batasan Sistem (Boundary)

Merupakan daerah yang membatasi antara satu sistem dengan sistem lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Batas sistem menunjukkan ruang lingkup dari sistem tersebut.

  1. Lingkungan Luar (Environment)

Merupakan sesuatu yang berada di luar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem. Lingkungan Luar sistem dapat bersifat menguntungkan dan dapat juga bersifat merugikan sistem tersebut.

  1. Penghubung (Interface)

Merupakan media penghubung antara satu subsistem dengan subsistem yang lainnya, sehingga memungkinkan terjadinya pertukaran data antar bagian tersebut.

  1. Masukan (Input)

Merupakan energi yang dimasukkan ke dalam sistem. Masukan dapat berupa masukan perawatan (maintenance input) dan masukan sinyal (signal input). Maintenance Input adalah energi yang dimasukkan kedalam sistem, agar sistem dapat beroperasi. Signal Input adalah energi yang diproses untuk dijadikan keluaran.

  1. Pengolahan (Process)

Merupakan bagian pengolahan yang akan merubah masukan menjadi keluaran.

  1. Keluaran (Output)

Hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna. Keluaran dapat merupakan masukan untuk subsistem yang lain.

  1. Tujuan (Goal)

Suatu sistem harus mempunyai tujuan (goal) atau sasaran (objective) yang merupakan hasil akhir yang ingin dicapai. Suatu sistem dapat dikatakan berhasil apabila mampu mencapai sasaran atau tujuan.

  1. Pengertian Data dan Informasi

Tentang data, McLeod, Jr. (2004, 12) menjelaskan bahwa “Data adalah fakta-fakta dan angka-angka yang relatif tidak berarti bagi pemakai”. Laudon et al. (2007, 16) menjelaskan bahwa “Data merupakan sekumpulan fakta mentah yang mewakili kejadian-kejadian yang terjadi dalam organisasi atau lingkungan fisik perusahaan”. Data biasanya belum dikelola dan diorganisasikan  ke dalam bentuk yang secara efektif dipahami manusia.

McLeod, Jr.( 2004, 12) mengungkapkan “Informasi adalah data yang telah diproses, atau data yang memiliki arti”. Laudon et al. (2007, 16) menjelaskan bahwa “Informasi merupakan data yang telah dibentuk menjadi sesuatu yang memiliki arti dan berguna bagi manusia”.

  1. Pengertian Sistem Informasi

Laudon et al. (2007, 15) menjelaskan bahwa “Sistem informasi adalah sekumpulan komponen yang saling berhubungan, mengumpulkan (atau mendapatkan), memproses, menyimpan, dan mendistribusikan informasi untuk menunjang pengambilan keputusan dan pengawasan dalam suatu organisasi”.

  1. Pengguna Sistem Informasi Manajemen

Sebagai pengguna sistem informasi manajemen, tingkatan manajemen ini dapat diklasifikasikan ke dalam tiga tingkatan, yaitu:

  1. Manajer tingkat perencanaan stratejik (strategic planning); merupakan manajer tingkat atas, seperti para jajaran Menteri, para eselon I, di mana keputusan-keputusan yang dibuatnya berkenaan dengan perencanaan stratejik yang meliputi proses evaluasi lingkungan luar organisasi, penetapan tujuan organisasi, dan penentuan strategi organisasi.
  2. Manajer tingkat pengendalian manajemen (management control); yang dikenal juga dengan istilah manajer tingkat menengah, mempunyai tanggung jawab untuk menjabarkan rencana stratejik yang sudah ditetapkan ke dalam pelaksanaannya dan meyakinkan bahwa tujuan organisasi akan tercapai. Termasuk dalam kelompok ini misalnya adalah Pejabat Eselon II, Kepala Kantor Wilayah, Kepala Dinas, dan Eselon III, Kepala Bagian/Bidang.

 

 

 

  1. Manajer tingkat pengendalian operasi (operational control); merupakan manajer tingkat bawah misalnya eselon IV dan V, bertanggung jawab melaksanakan rencana yang sudah ditetapkan oleh manajer tingkat menengah, yang terwujud dalam operasi/kegiatan organisasi.
  2. Sistem Pendukung Pengambilan Keputusan

Sesuai dengan tujuannya, sistem informasi manajemen diharapkan mampu membantu setiap orang yang membutuhkan pengambilan keputusan dengan lebih tepat dan akurat. Kondisi ini menjadi tidak mudah dengan semakin rumitnya aktivitas dan keterbatasan sumber daya yang tersedia. Apalagi informasi yang dibutuhkan tidak berasal langsung dari sumbernya. Untuk itu manajemen sebagai pengguna informasi membutuhkan suatu sistem pendukung (support systems) yang mampu meningkatkan pengambilan keputusannya, terutama untuk kondisi yang tidak terstruktur atau pun sistem pendukung untuk tingkatan tertentu saja.

Ada dua alasan penting mengapa manajemen membutuhkan sistem pendukung yang mampu untuk meningkatkan pengambilan keputusannya.

  1. Keputusan untuk membangun sistem informasi yang dapat memenuhi kebutuhan manajemen tingkat atas.
  2. Kebutuhan untuk menciptakan pelaporan dan proses pengambilan keputusan yang memiliki arti (makna).

Selain dua alasan yang dikemukakan di atas, masih ada beberapa alasan lainnya mengapa sistem pendukung dibutuhkan dalam melengkapi sistem informasi manajemen yang ada, yaitu:

  1. untuk melengkapi sistem informasi manajemen yang tersedia adalah karena sistem ini tentunya akan lebih mempercepat perhitungan;
  2. untuk mengatasi kelemahan-kelemahan sistem informasi manajemen yang ada terutama dalam menyajikan informasi yang tidak terstruktur atau informasi yang hanya diperuntukkan untuk manajemen tingkat atas;
  3. untuk meningkatkan kemampuan dalam pemrosesan dan penyimpanan data dan informasi, mengurangi biaya, mendukung aspek teknis dalam pengambilan keputusan, dan;
  4. untuk mendukung kualitas, dan memberikan keunggulan kompetitif bagi penggunanya.

Banyak sistem pendukung yang tersedia dan mampu melengkapi sistem informasi manajemen yang ada. Beberapa sistem pendukung yang akan dibahas di sini, di antaranya adalah:

  1. Sistem Pendukung Pengambilan Keputusan/Decision-Support Systems(DSS);
  2. Sistem Kelompok Pendukung Pengambilan Keputusan/Group Decision-Support Systems (GDSS);
  3. Sistem Pendukung Pengambilan Keputusan Eksekutif/Executive-Support Systems (ESS);
  4. Sistem Pakar/Expert System.

Keempat sistem pendukung tersebut, dapat mendukung pengambilan keputusan dengan sejumlah cara. Sistem pendukung ini dapat dengan otomatis melakukan prosedur-prosedur pengambilan keputusan tertentu.

  1. Sistem Manajemen Basis data
  2. Pengertian Basis Data

Basis data merupakan kumpulan dari item data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya yang diorganisasikan berdasarkan sebuah skema atau struktur tertentu, tersimpan di hardware komputer dan dengan software untuk melakukan manipulasi untuk kegunaan tertentu. Menurut McLeod (2008, 158), basis data merupakan kumpulan data yang berada dibawah kendali piranti lunak sistem manajemen basis data. Basis data merupakan salah satu komponen yang penting dalam sistem informasi, karena merupakan basis dalam menyediakan informasi kepada para pengguna atau user.

Untuk kepentingan pengelolaan database diperlukan perangkat lunak yang disebut Database Management System (DBMS). Abdul Kadir (2009, 17) mendefinisikan “DBMS sebagai perangkat lunak yang ditujukan untuk menangani penciptaan, pemeliharaan, dan pengendalian akses data”. Contoh DBMS adalah FoxPro, Microsoft Access, MySQL, dan Oracle.

Keuntungan-keuntungan dalam penggunaan DBMS antara lain adalah:

  1. Pemusatan kontrol data
  2. Pemakaian data bersama (Shared Data).
  3. Data yang bebas (independent). Program aplikasi terpisah dengan data yang disimpan dalam komputer.
  4. Kemudahan dalam pembuatan program aplikasi baru.
  5. Pemakaian secara langsung. DBMS menyediakan interface yang memudahkan pengguna dalam mengolah data.
  6. Data yang berlebihan dapat dikontrol. Data yang dimasukkan dapat terjadi kerangkapan (redudant), untuk itu DBMS berfungsi untuk menurunkan tingkat redudancy dan pengelolaan proses pembaruan data.
  7. Pandangan user (user view). Ada kemungkinan basis data yang diakses adalah sama, maka DBMS mampu mengatur interface yang berbeda
  8. Jenjang Data

Gambar II.1. Jenjang Data

gambar 1Gambar II.1 Jenjang Data

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Keterangan:

  1. Characters merupakan bagian data yang terkecil, dapat berupa karakter numerik, huruf ataupun karakter-karakter khusus (special characters) yang membentuk suatu item data / field.
  2. Field merepresentasikan suatu atribut dari record yang menunjukkan suatu item dari data, seperti misalnya nama, alamat dan lain sebagainya. Kumpulan dari field membentuk suatu record.
  3. Record merupakan kumpulan dari field membentuk suatu record. Record menggambarkan suatu unit data individu yang tertentu. Kumpulan dari record membentuk suatu file. Misalnya file personalia, tiap-tiap record dapat mewakili data tiap-tiap karyawan.
  4. File terdiri dari record-record yang menggambarkan satu kesatuan data yang sejenis. Misalnya file mata pelajaran berisi data tentang semua mata pelajaran yang ada.
  5. Database . Kumpulan dari file / tabel membentuk suatu database         
  6. File Datar

Model file datar menggambarkan suatu lingkungan dimana file data individual tidak berhubungan dengan file lainnya. Pengguna akhir dalam lingkungan ini memiliki file datanya dan tidak berbagi dengan pengguna lainnya. Dengan demikian, pemrosesan data dilakukan oleh aplikasi yang berdiri sendiri bukan oleh sistem yang terintegrasi. Model file ini akan menyebabkan keslutian dalam redudansi data, penyimpanan data, pembaruan data, dan integrasi data.

  1. Basis Data Relasional

Database relasional adalah suatu model database yang disajikan dalam bentuk tabel. Model ini diperkenalkan pertama kali oleh E.F. Codd.  Pada dasarnya model relasional menjelaskan hubungan logis antar data dalam database dengan cara memvisualisasikan ke dalam bentuk tabel dua dimensi yang terdiri dari sejumlah baris dan kolom yang menunjukkan atribut-atribut. Model database relasional memiliki karateristik sebagai berikut:

  1. Semua elemen data pada suatu baris dan kolom harus mempunyai nilai tunggal, atau suatu nilai yang tidak dapat dibagi lagi, bukan suatu kelompok pengulangan.
  2. Semua elemen data pada suatu kolom tertentu dalam relasi yang sama harus mempunyai jenis yang sama.
  3. Masing-masing kolom dalam suatu relasi mempunyai nama yang unik.
  4. Pada suatu relasi yang sama tidak ada dua baris yang identik.

Tujuan dari model data relasional adalah:

  1. Untuk menekankan kemandirian data.
  2. Untuk mengatasi ketidak konsistenan dan duplikasi data dengan menggunakan

konsep normalisasi.

  1. Untuk meningkatkan kemampuan akses data.
  2. Normalisasi Data

Normalisasi merupakan teknik pengelompokkan atribut dari suatu relasi sehingga membentuk struktur relasi yang baik (tanpa redudansi). Bentuk-bentuk normal adalah sebagai berikut :

  1. Normal Pertama (1st Normal Form)

1)      Mendefinisikan atribut kunci.

2)      Tidak adanya group berulang.

3)      Semua atribut yang bukan kunci tergantung pada atribut kunci.

  1. Normalisasi Kedua (2nd Normal Form)

1)      Sudah memenuhi dalam bentuk normal kesatu

2)      Sudah tidak ada ketergantungan parsial, dimana seluruh field hanya tergantung pada sebagian field kunci.

  1. Normalisasi Ketiga (3rd  Normal Form)

1)      Sudah berada dalam bentuk normal kedua

2)      Tidak ada ketergantungan transitif (dimana field bukan kunci tergantung  pada field bukan kunci lainnya).

  1. Metode Pengembangan Sistem Informasi
  2. Siklus Hidup Pengembangan Sistem

Menurut Mcleod, Jr dan Schell (2004, 133) siklus hidup sistem (system life cycle – SLC) adalah penerapan pendekatan sistem untuk pengembangan sistem atau subsistem informasi berbasis komputer. SLC sering disebut sebagai pendekatan air terjun (waterfall approach). SLC memiliki lima tahap yaitu perencanaan, analisis, rancangan, penerapan dan penggunaannya. Empat tahap pertama secara bersama-sama disebut siklus hidup pengembangan sistem (system development life cycle – SDLC). Masalah akan didefinisikan dalam tahap-tahap perencanaan dan analisis. Solusi-solusi alternative diidentifikasi dan dievaluasi dalam tahap desain. Kemudian, solusi yang terbaik diimplementasikan dan digunakan. Selama tahap penggunaan, umpan balik dikumpulkan untuk melihat seberapa baik sistem mampu memecahkan masalah yang telah ditentukan. Ketika sebuah sistem telah melampaui masa manfaatnya dan harus diganti, satu siklus hidup baru akan dimulai dengan diawali oleh tahap perencanaan.

Gambar II.2. Siklus Hidup Sistem

gambar 2Gambar II.2 Siklus Hidup Sistem

 

 

  1. 2.      Prototyping

Dengan SDLC, para pengembang selalu melakukan looping kembali dan mengerjakan ulang untuk mendapatkan sebuah sistem yang sesuai kebutuhan penggunanya, sehingga memakan waktu yang lama. Untuk itu para pengembang sistem memutuskan untuk menerapkan teknik baru yang disebut prototyping. Menurut McLeod, Jr. (2008, 201) mengemukakan “Prototipe adalah satu versi dari sebuah sistem potensial yang memberikan ide bagi para pengembang dan calon pengguna, bagaimana sistem akan berfungsi dalam bentuk yang sudah selesai”. Proses pembuatan prototipe ini disebut prototyping.

Prototyping dibagi menjadi dua jenis, yaitu: evolusioner dan persyaratan. Prototipe evolusioner (evalutionary prototype) terus menerus disempurnakan sampai memiliki seluruh fungsionalitas yang dibutuhkan pengguna dari sistem yang baru, yang selanjutnya akan menjadi sistem aktual. Prototipe persyaratan (requirements prototype) dikembangkan sebagai suatu cara untuk mendefinisikan persyaratan- persyaratan fungsional dari sistem baru ketika pengguna tidak mampu mengungkapkan dengan jelas apa yang mereka inginkan. Suatu prototype persyaratan tidak selalu menjadi sistem aktual. Dalam hal ini penulis akan menggunakan pendekatan prototype evolusioner.

McLeod dan Schell (2001) yang mengemukakan bahwa alasan-alasan pemakai maupun spesialis informasi menggunakan model prototype adalah:

  1. Komunikasi antara analis sistem dan pemakai membaik.
  2. Analis dapat bekerja dengan lebih baik dalam menemukan kebutuhan pemakai.
  3. Pemakai berperan lebih aktif dalam pengembangan sistem.
  4. Spesialis informasi dan pemakai menghabiskan lebih sedikit waktu dan usaha dalam mengembangkan sistem.
  5. Implementasi menjadi lebih mudah karena pemakai mengetahui sistem yang diharapkan.
  6. Alat Bantu Pengembangan Sistem Informasi
  7. DFD (Data Flow Diagram)

Data Flow Diagram atau DFD merupakan suatu diagram yang menggunakan notasi-notasi tertentu untuk menggambarkan arus data dari suatu sistem. Diagram ini sering digunakan untuk menggambarkan suatu sistem yang telah ada atau sistem baru yang akan dikembangkan secara logika tanpa mempertimbangkan lingkungan fisik dimana data tersebut mengalir (misal lewat telepon, surat, dll) atau lingkungan fisik dimana data tersebut akan disimpan (misalnya file kartu, microfile, hard disk, dll). Simbol-simbol yang digunakan dalam DFD adalah :

Gambar II.4. Simbol-simbol DFD

gambar 4Gambar II.4 Simbol-simbol DFD

 

Sumber : http://fairuzelsaid.wordpress.com/2010/01/08/analisis-sistem-informasi-diagram-alir-data-dad-data-flow-diagramdfd/

 

 

Keterangan :

  1. Proses

Merupakan kegiatan atau pekerjaan yang dilakukan oleh orang atau mesin komputer, dimana aliran data masuk, ditranformasikan ke aliran data keluar.

  1. Flow (Arus data)

Disimbolkan dengan anak panah, dimana arus data mengalir diantara proses, simpangan data, kesatuan luar, kesatuan ruang. Arus data dapat berbentuk Formulir atau dokumen yang digunakan perusahaan, laporan tercetak yang dihasilkan sistem, output dilayar komputer, masukan untuk komputer, komunikasi ucapan, kurat atau memo, data yang dibaca atau direkam di file, suatu isian yang dicatat pada buku agenda, ataupun transmisi data dari suatu komputer ke komputer lain.

3. Entity

Merupakan sumber atau tujuan dari arus data yang dapat digambarkan secara fisik, seseorang atau sekelompok orang atau sistem lain.

4. Data Store

Komponen yang berfungsi untuk menyimpan data/file adalah fungsi yang mentransformasikan data secara umum.

  1. Flowchart

Flowchart adalah penggambaran secara grafik dari langkah-langkah dan urut-urutan prosedur logis dari suatu program. Flowchart menolong analis dan programmer untuk memecahkan masalah kedalam segmen-segmen yang lebih kecil dan menolong dalam menganalisis alternatif-alternatif lain dalam pengoperasian. Simbol-simbol yang digunakan dalam flowchart adalah sebagai berikut:

 

 

 

 

 

Gambar II.5. Simbol-simbol Flowchart

gambar 5Gambar II.5 Simbol-simbol Flowchart

Sumber : http://www.idelima.com/berita-113-daftar-simbol-flowchart-konfigurasi-komputer-ta-d3.html

  1. ERD (Entity Relationship Diagram)

ERD adalah model konseptual yang mendeskripsikan hubungan antara penyimpanan (dalam DFD). ERD digunakan untuk memodelkan struktur data dan hubungan antar data. Dengan ERD, model dapat diuji dengan mengabaikan proses yang dilakukan. Notasi yang digunakan dalam ERD dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

Gambar II.6. Notasi-notasi ERD

gambar 6Gambar II.6 Notasi-notasi ERD

Sumber: http://www.docstoc.com/docs/9084852/Simbol—symbol-ERD-%28-Data-Flow-Diagram-%29

Dalam ERD hubungan (relasi) dapat terdiri dari sejumlah entitas yang disebut dengan derajat relasi. Derajat relasi maksimum disebut dengan kardinalitas sedangkan derajat minimum disebut dengan modalitas. Jadi kardinalitas relasi menunjukkan jumlah maksimum entitas yang dapat berelasi dengan entitas pada himpunan entitas lain. Selanjutnya (Fatansyah 1999) menjelaskan bahwa kardinalitas relasi yang terjadi diantara dua himpunan entitas dapat berupa:

  1. Satu ke Satu (One to One)

Yaitu setiap entitas pada himpunan entitas A berhubungan dengan paling banyak dengan satu entitas pada himpunan entitas B, dan begitu juga sebaliknya setiap entitas pada himpunan entitas B berhubungan dengan paling banyak dengan satu entitas pada himpunan entitas A.

 

 

 

Gambar II.7. Kardinalitas Relasi Satu ke Satu

gambar 7Gambar II.7. Kardinalitas Relasi Satu ke Satu

Sumber: Fathansyah. 1999. Basis Data. Bandung: Informatika. Hal. 77.

  1. Satu ke Banyak (One to Many )

Yaitu setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berhubungan dengan banyak entitas pada himpunan entitas B, tetapi tidak sebaliknya, dimana setiap entitas pada himpunan entitas B berhubungan dengan paling banyak dengan satu entitas pada himpunan entitas A.

Gambar II.8. Kardinalitas Relasi Satu ke Banyak

gambar 8Gambar II.8. Kardinalitas Relasi Satu ke Banyak

Sumber: Fathansyah. 1999. Basis Data. Bandung: Informatika. Hal. 78.

  1. Banyak ke Satu (Many to One)

Yaitu setiap entitas pada himpunan entitas A berhubungan dengan paling banyak dengan satu entitas pada himpunan entitas B, tetapi tidak sebaliknya, dimana setiap entitas pada himpunan entitas A berhubungan dengan paling banyak satu entitas pada himpunan entitas B.

 

 

 

Gambar II.9. Kardinalitas Relasi Banyak ke Satu

gambar 9Gambar II.9. Kardinalitas Relasi Banyak ke Satu

Sumber: Fathansyah. 1999. Basis Data. Bandung: Informatika. Hal. 78.

  1. Banyak ke Banyak (Many to Many )

Yaitu setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berhubungan dengan banyak entitas pada himpunan entitas B, dan sebaliknya, setiap entitas pada himpunan entitas B dapat berhubungan dengan banyak entitas pada himpunan entitas A.

Gambar II.10. Kardinalitas Relasi Banyak ke Banyak

gambar 10Gambar II.10. Kardinalitas Relasi Banyak ke Banyak

Sumber: Fathansyah. 1999. Basis Data. Bandung: Informatika. Hal. 79.

  1. G.    Teknologi Jaringan Komputer

            Jaringan komputer adalah sebuah kumpulan komputer, printer dan peralatan lainnya yang terhubung. Informasi dan data bergerak melalui kabel-kabel sehingga memungkinkan pengguna jaringan komputer dapat saling bertukar dokumen dan data, mencetak pada printer yang sama dan bersama sama menggunakan hardware/software yang terhubung dengan jaringan. Tiap komputer, printer atau periferal yang terhubung dengan jaringan disebut node. Sebuah jaringan komputer dapat memiliki dua, puluhan, ribuan atau bahkan jutaan node.

Sebuah jaringan biasanya terdiri dari 2 atau lebih komputer yang saling berhubungan diantara satu dengan yang lain, dan saling berbagi sumber daya misalnya CDROM, Printer, pertukaran file, atau memungkinkan untuk saling berkomunikasi secara elektronik. Komputer yang terhubung tersebut, dimungkinkan berhubungan dengan media kabel, saluran telepon, gelombang radio, satelit, atau sinar infra merah.

  1. 1.        Local Area Network (LAN) /Jaringan Area Lokal.

Sebuah LAN, adalah jaringan yang dibatasi oleh area yang relatif kecil, umumnya dibatasi oleh area  lingkungan seperti sebuah perkantoran di sebuah gedung, atau sebuah sekolah, dan biasanya tidak jauh dari sekitar 1 km persegi.

  1. 2.        Metropolitan Area Network (MAN) / Jaringan area Metropolitan

Sebuah MAN, biasanya meliputi area yang lebih besar dari LAN, misalnya antar wilayah dalam satu propinsi. Dalam hal ini jaringan menghubungkan beberapa buah  jaringan-jaringan kecil ke dalam lingkungan area yang lebih besar.

  1. 3.        Wide Area Network (WAN) / Jaringan area Skala Besar

Wide Area Networks (WAN) adalah jaringan yang lingkupnya biasanya sudah menggunakan sarana Satelit ataupun kabel bawah laut sebagai contoh keseluruhan jaringan BANK yang ada di Indonesia ataupun yang ada di Negara-negara lain.

  1. 4.        VPN (Virtual Private Network)

VPN adalah sebuah koneksi virtual yang bersifat privat, mengapa disebut demikian karena pada dasarnya jaringan ini tidak ada secara fisik hanya berupa jaringan virtual dan mengapa disebut privat karena jaringan ini merupakan jaringan yang sifatnya privat yang tidak semua orang bisa mengaksesnya. VPN Menghubungkan PC dengan jaringan publik atau internet namun sifatnya privat, karena bersifat privat maka tidak semua orang bisa terkoneksi ke jaringan ini dan mengaksesnya.

  1. 5.        Topologi/Bentuk Jaringan

Topologi suatu jaringan didasarkan pada cara penghubung sejumlah node atau sentral dalam membentuk suatu sistem jaringan. Topologi jaringan yang umum dipakai adalah : Bintang (Star), Bus, Tree, dan Cincin (Ring).

 

 

 

 

  1. a.      Topologi Jaringan Bintang (Star)

 

Topologi bintang merupakan bentuk topologi jaringan yang berupa konvergensi dari node tengah ke setiap node atau pengguna. Topologi jaringan bintang termasuk topologi jaringan dengan biaya menengah.

Kelebihan

  • Kerusakan pada satu saluran hanya akan memengaruhi jaringan pada saluran tersebut dan station yang terpaut.
  • Tingkat keamanan termasuk tinggi.
  • Tahan terhadap lalu lintas jaringan yang sibuk.
  • Penambahan dan pengurangan station dapat dilakukan dengan mudah.
  • akses Kontrol terpusat.
  • Kemudahan deteksi dan isolasi kesalahan/kerusakan pengelolaan jaringan.
  • Paling fleksibel.

Kekurangan

  • Jika node tengah mengalami kerusakan, maka seluruh rangkaian akan berhenti.
  • Boros dalam pemakaian kabel.
  • HUB jadi elemen kritis karena kontrol terpusat.
  • terlalu penting hub sehinga ketika terdapat masalah dengan hub maka jaringan tersebut akan down
  • jaringan tergantung pada terminal pusat
  • jika menggunakan switch dan lalu lintas data padat dapat menyebabkan jaringan lambat.
  • biaya jaringan lebih mahal dari pada bus atau ring
  • lebih gampang digunakan
  1. b.      Topologi Jaringan Bus

 

Ciri-ciri

  1. Teknologi lama, dihubungkan dengan satu kabel dalam satu baris
  2. Tidak membutuhkan peralatan aktif untuk menghubungkan terminal/komputer
  3. Sangat berpengaruh pada unjuk kerja komunikasi antar komputer, karena hanya bisa digunakan oleh satu komputer
  4. Jika kabel putus maka komputer lain tidak dapat berkomunikasi dengan lain
  5. Susah melakukan pelacakan masalah
  6. Discontinue Support.

Keunggulan dan kelemahan

  • Keunggulan topologi Bus adalah pengembangan jaringan atau penambahan workstation baru dapat dilakukan dengan mudah tanpa mengganggu workstation lain.
  • Kelemahan dari topologi ini adalah bila terdapat gangguan di sepanjang kabel pusat maka keseluruhan jaringan akan mengalami gangguan

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. c.       Topologi Jaringan Pohon (Tree)

 

Topologi Pohon adalah kombinasi karakteristik antara topologi bintang dan topologi bus. Topologi ini terdiri atas kumpulan topologi bintang yang dihubungkan dalam satu topologi bus sebagai jalur tulang punggung atau backbone. Komputer-komputer dihubungkan ke hub, sedangkan hub lain di hubungkan sebagai jalur tulang punggung.

Topologi jaringan ini disebut juga sebagai topologi jaringan bertingkat. Topologi ini biasanya digunakan untuk interkoneksi antar sentral dengan hirarki yang berbeda. Untuk hirarki yang lebih rendah digambarkan pada lokasi yang rendah dan semakin keatas mempunyai hirarki semakin tinggi. Topologi jaringan jenis ini cocok digunakan pada sistem jaringan komputer.

Pada jaringan pohon, terdapat beberapa tingkatan simpul atau node. Pusat atau simpul yang lebih tinggi tingkatannya, dapat mengatur simpul lain yang lebih rendah tingkatannya. Data yang dikirim perlu melalui simpul pusat terlebih dahulu. Misalnya untuk bergerak dari komputer dengan node-3 kekomputer node-7 seperti halnya pada gambar, data yang ada harus melewati node-3, 5 dan node-6 sebelum berakhir pada node-7.

Keungguluan jaringan pohon seperti ini adalah, dapat terbentuknya suatu kelompok yang dibutuhkan pada setiap saat. Sebagai contoh, perusahaan dapat membentuk kelompok yang terdiri atas terminal pembukuan, serta pada kelompok lain dibentuk untuk terminal penjualan. Adapun kelemahannya adalah, apabila simpul yang lebih tinggi kemudian tidak berfungsi, maka kelompok lainnya yang berada dibawahnya akhirnya juga menjadi tidak efektif. Cara kerja jaringan pohon ini relatif menjadi lambat.

 

  1. Topologi Jaringan Cincin (Ring)

Topologi cincin adalah topologi jaringan berbentuk rangkaian titik yang masing-masing terhubung ke dua titik lainnya, sedemikian sehingga membentuk jalur melingkar membentuk cincin. Pada topologi cincin, komunikasi data dapat terganggu jika satu titik mengalami gangguan. Jaringan FDDI mengantisipasi kelemahan ini dengan mengirim data searah jarum jam dan berlawanan dengan arah jarum jam secara bersamaan.

Kelebihan

  • Hemat kabel
  • Tidak akan terjadi tabrakan pengiriman data (collision), karena pada satu waktu hanya satu node yang dapat mengirimkan data

Kelemahan

  • Peka kesalahan, sehingga jika terdapat gangguan di suatu node mengakibatkan terganggunya seluruh jaringan.
  • Pengembangan jaringan lebih kaku
  • Sulit mendeteksi kerusakan
  • Dapat terjadi collision[dua paket data tercampur]
  • Diperlukan penanganan dan pengelolaan khusus bandels

 

 

 

  1. H.    Pengendalian Sistem

Pengendalian adalah mekanisme yang diterapkan baik untuk melindungi perusahaan dari risiko atau untuk meminimalkan dampak risiko tersebut pada perusahaan jika risiko tersebut terjadi (McLeod, Jr. 2008, 279). Jogiyanto (2008, 250) mengkategorikan pengendalian dalam sistem menjadi dua bagian yaitu pengendalian umum (general control) dan pengendalian aplikasi (application control).

  1. 1.        Pengendalian Umum

Pengendalian umum merupakan pengendalian diluar aplikasi pengolahan data. Jogiyanto (2008, 250) menjelaskan bahwa pengendalian umum terdiri dari: (1) Pengendalian organisasi, Pengendalian Dokumentasi, Pengendalian Perangkat Keras, Pengendalian Keamanan Fisik, Pengendalian Keamanan Data dan Pengendalian Komunikasi.

  1. 2.        Pengendalian Aplikasi

Pengendalian aplikasi merupakan pengendalian yang ditetapkan selama proses pengolahan data berlangsung. Pengendalian ini dapat dikategorikan kedalam pengendalian masukan (input control), pengendalian pengolahan (processing control) dan pengendalian keluaran (output control).

  1. I.       SISTEM TERPUSAT DAN SISTEM TERDISTRIBUSI

Sistem terpusat ini juga dikenal dengan istilah Dumb Terminal, dimana pusat data terletak pada stu tempat dan pada terminal/workstation yang ada hanya keyboard dan monitor . Namun sistem ini memiliki banyak kendala, yang diakibatkan oleh masalah koneksi   jaringan internet yang tidak dapat diandalkan setiap saat, sehingga proses perekaman transaksi terhambat.

Sistem Tersebar (terdistribusi) adalah sistem yang mempunyai pusat data (server) pada masing- pada lokasi geografis berbeda, berdiri sendiri dan saling berintegrasi. Dengan konsep ini maka KPKNL tetap dapat melakukan transaksi seperti   biasa karena mengunakan media jaringan local (LAN) dengan mengakses database servervlokal dan kebutuhan Kantor Pusat untuk memperoleh data transaksi paling mutakhir dapat dilakukan melalui proses sinkronisasi.

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: